Banyak orang telah mendefiniskan mengenai Kedewasaan Rohani. Ada yang menganalogikan seperti manusia dewasa, di mana orang dewasa berarti orang yang:
- Mandiri. Mandiri berarti dapat mencari makan sendiri. Dianalogikan berarti orang dewasa rohani adalah orang yang bisa mencari makanan rohaninya sendiri.
- Dapat memberi kepada orang lain. Anak kecil biasanya menerima terus dari orang tua atau orang lain yang lebih tua. Tapi apabila sudah dewasa si anak akan dapat memberi kepada orang lain.
- Dapat membedakan yang benar dan yang salah.
Ada juga yang mengatakan bahwa dewasa rohani dapat diukur dengan seberapa bergantungnya seseorang dengan Kristus. Pandangan-pandangan di atas tidak salah, penulis hanya ingin menambahkan dari sudut pandang Efesus 4:20-24. Ayat-ayat tersebut paralel dengan tujuan kedewasaan rohani yang tertulis di Efesus 4:13,
“sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”