Banyak orang telah mendefiniskan mengenai Kedewasaan Rohani. Ada yang menganalogikan seperti manusia dewasa, di mana orang dewasa berarti orang yang:

  1. Mandiri. Mandiri berarti dapat mencari makan sendiri. Dianalogikan berarti orang dewasa rohani adalah orang yang bisa mencari makanan rohaninya sendiri.
  2. Dapat memberi kepada orang lain. Anak kecil biasanya menerima terus dari orang tua atau orang lain yang lebih tua. Tapi apabila sudah dewasa si anak akan dapat memberi kepada orang lain.
  3. Dapat membedakan yang benar dan yang salah.

Ada juga yang mengatakan bahwa dewasa rohani dapat diukur dengan seberapa bergantungnya seseorang dengan Kristus. Pandangan-pandangan di atas tidak salah, penulis hanya ingin menambahkan dari sudut pandang Efesus 4:20-24. Ayat-ayat tersebut paralel dengan tujuan kedewasaan rohani yang tertulis di Efesus 4:13,

“sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

(more…)

Doni (semua nama yang ditulis di sini adalah fiktif) adalah seorang pemuda yang sungguh-sungguh di dalam Kristus. Begitu dia dipilih menjadi ketua pemuda, dia begitu bersemangat. Segala daya upaya dia lakukan untuk membangun komisi pemuda. Memimpin rapat, menentukan visi, misi dan target pelayanan. Setiap minggu ikut pelawatan kepada pemuda yang sudah lama tidak hadir persekutuan. Ide-idenya sungguh brilian untuk menghidupkan setiap pertemuan persekutuan pemuda. Tim pelayanan yang dimilikinya pun sangat komit dan kreatif. Mereka merancang kegiatan demi kegiatan dengan sempurna. Penyambutan melakukan tugasnya dengan baik, orang-orang menikmati datang persekutuan, tema-tema yang dirancang sangat menarik dan poster-poster selalu dirancang dengan eye catching.  Event demi event berlalu, jumlah pemuda terus meningkat hingga mencatat rekor jumlah pemuda yang hadir dalam sekali persekutuan pemuda. Doni merasa berhasil membangun pemuda selama masa kepemimpinannya.

Beberapa lama kemudian, keadaan berbalik. Jumlah kehadiran pemuda di persekutuan terus turun. Pemuda yang datang itu-itu saja: Pengurus dan teman-teman pengurus. Orang-orang kelihatannya mulai bosan dengan segala acara pemuda. Para pengurus pun kelihatan exhausted (kecapean). Sekali-kali memang Doni mampu membuat suatu acara yang begitu menarik sehinga pemuda yang datang kembali meroket, namun minggu berikutnya langsung melempem. Segala usaha doni kelihatan seperti menjaring angin dan membentur tembok. Doni mulai putus asa.

Apa yang salah dengan pelayanan Doni? Bukankah semuanya sudah dilakukan dengan baik?

(more…)

Beberapa waktu yang lalu ketika saya memimpin workshop menjadi seorang pemimpin Kelompok Kecil di gereja saya, seorang bertanya, “Apakah berkelompok kecil harus sejenis kelamin, ataukah boleh campur?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menyampaikan terlebih dahulu beberapa pertimbangan berikut ini:

(more…)

Ini adalah ide proyek saling memperhatikan untuk kelompok kecil. Angel-angelan maksudnya adalah bermain menjadi malaikat pelindung. Idenya adalah saling menjadi malaikat pelindung antar anggota kelompok untuk suatu masa tertentu, bisa waktu retreat, bisa juga dilakukan oleh kelompok PA/cell group. Tujuannya adalah memupuk sikap saling memperhatikan di antara anggota kelompok.

(more…)

Ada banyak cara yang dapat kita pakai untuk memulai suatu kelompok pemuridan. Namun cara yang cukup baik untuk memulai hal ini adalah dengan 4 kali belajar bersaat teduh. Hal-hal yang dituliskan ini bukanlah menjadi suatu harga mati, namun dapat digunakan sebagai pedoman dalam memulai kelompok pemuridan.

Dalam 4 x saat teduh ini ada 3 tujuan yang ingin dicapai:

(more…)

Ini bukan ide kreatif yang saya ciptakan sendiri. Tapi saya dapat dari seorang teman di GKI Anugerah di Bandung, menurutnya dia pun mendapatkan ide acara ini dari temannya di gereja lain. Acara ini sangat berkesan bagi kami dan memberikan dampak yang cukup positif dalam persekutuan pemuda, sehingga kami mengulangnya setiap tahun selama beberapa tahun.

Idenya besarnya sih begini:

Kita membuat 2 acara khusus:

1. Ladies Night

2. Gentlemen’s Night

(more…)

Pendahuluan

Suatu pertemuan kelompok pemuridan (kita sebut saja biar mudahnya kelompok PA) yang baik memerlukan persiapan yang baik. Ini berarti PA harus dipersiapkan dengan serius. Karenanya mempersiapkan bahan PA membutuhkan waktu yang cukup. Umumnya apabila kelompok PA tersebut adalah kelompok pertama bagi pemimpin, dia memerlukan setidaknya 1 – 2 jam persiapan PA.

(more…)

Pernah nonton film Matrix? Film ini menceritakan tentang keadaan fiktif di masa depan di mana robot berkuasa di muka bumi ini, dan manusia diternakkan untuk dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik bagi robot-robot tersebut. Di film itu manusia diproduksi secara masal. Coba kita ingat-ingat bahwa ada suatu adegan yang menggambarkan peternakan bayi manusia itu, di mana bayi-bayi di simpan di dalam tabung, diberi makan oleh robot, dan dipelihara secara masal sampai mereka dewasa. Mengerikan sekali bukan? Tak ada seorang pun yang bisa membayangkan bagaimana manusia yang berharga itu dijadikan sebagai ternak dan diproduksi secara masal. (more…)

Siapakah kaum muda? Apakah mereka begitu penting? Apa yang mereka hadapi? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin merupakan pertanyaan sederhana dari kehidupan sehari-hari. Tidak ada yang spesial dalam hal ini mungkin, karena tidak semua orang tertarik untuk memperhatikan mereka secara khusus. Secara umum, kaum muda adalah orang-orang yang baru keluar dari masa remaja kepada masa dewasa, dengan umur sekitar 17-30 an, kira-kira merupakan anak-anak yang baru saja lulus SMU. Lalu, apa yang menarik dari mereka? Toh semua orang pun pernah mengalami masa-masa tersebut. Memang pergumulan pemuda secara umum saat ini masih sama seperti generasi sebelumnya, yaitu: (more…)