Beberapa waktu yang lalu ketika saya memimpin workshop menjadi seorang pemimpin Kelompok Kecil di gereja saya, seorang bertanya, “Apakah berkelompok kecil harus sejenis kelamin, ataukah boleh campur?”
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menyampaikan terlebih dahulu beberapa pertimbangan berikut ini: