Pendahuluan
Suatu pertemuan kelompok pemuridan (kita sebut saja biar mudahnya kelompok PA) yang baik memerlukan persiapan yang baik. Ini berarti PA harus dipersiapkan dengan serius. Karenanya mempersiapkan bahan PA membutuhkan waktu yang cukup. Umumnya apabila kelompok PA tersebut adalah kelompok pertama bagi pemimpin, dia memerlukan setidaknya 1 – 2 jam persiapan PA.
Jangan dilupakan bahwa memimpin suatu kelompok PA tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Kita lemah, dan belum sempurna dalam menjalankan Firman Tuhan. Bahkan bahan-bahan PA pun belum dapat kita kuasai sepenuhnya. Adalah suatu hal yang umum terjadi apabila muncul pertanyaan-pertanyaan dari peserta PA yang tidak dapat kita jawab. Selain itu, Roh Kuduslah yang mengubahkan hidup dan memberi pengertian mengenai Firman Tuhan kepada seseorang. Karena semua alasan itu, doa merupakan unsur yang sangat penting dalam mempersiapkan PA yang baik.
Supaya kita dapat mengarahkan pikiran kita dengan tepat dan efektif saat kita mempersiapkan PA, beberapa hal yang harus ada dalam pikiran kita yaitu: tujuan/goal dalam mempersiapkan bahan PA, dan tujuan/goal dalam setiap pertemuan PA.
Tujuan/Goal dalam Mempersiapkan Bahan PA
Tujuan yang ingin dicapai dalam mempersiapkan PA adalah sebagai berikut:
- Kita mengerti pembahasan mengenai topik yang disampaikan secara mendetail.
- Kita dapat memikirkan aplikasi-aplikasi yang baik untuk diri kita sendiri. Suatu aplikasi yang baik adalah aplikasi yang:
- Realistis (dapat dikerjakan)
- Detil, harus spesifik
- Ada waktu pengerjaan aplikasi
- Ada subjeknya
- Mempersiapkan kita memimpin suatu PA yang mencapai goal/tujuan dalam setiap pertemuan PA
Tujuan/Goal dalam Setiap Pertemuan PA
- Peserta mengerti topik yang menjadi bahan PA dengan baik
- Peserta mempunyai dasar Firman Tuhan yang kokoh tentang topik tersebut
- Peserta belajar mengaplikasikan pelajaran yang diperolehnya dalam PA
- Peserta belajar sharing mengenai dirinya dan juga belajar mendengarkan sharing dari orang lain
Bagaimana Mempersiapkan dan Membahas Bahan PA
SHARE: Apa cara2 yang telah kita gunakan selama ini untuk memperdalam bahan PA?
LANGKAH 1: Tangkap tema utama dari bahan PA tersebut
Langkah pertama ini dimulai dengan judul dari bab PA yang akan kita bahas. Pada bahan PA, umumnya setiap bab dimulai dengan judul dan kemudian sedikit pembahasan yang menuntun pada isi PA. Dari sini kita coba mengerti akan apa yang akan kita pelajari secara garis besar dari PA tersebut.
LANGKAH 2: Pelajari point-point yang dijelaskan dalam bahan PA
Ide besarnya adalah mengerti isi dari pembahasan PA berdasarkan point-point yang dijelaskan oleh bahan PA yang bersangkutan. Kemudian kita harus memberi penekanan pada point-point khusus yang:
- Penting
- Menjelaskan tema
- Merupakan aplikasi
Saat kita mempelajari point-point pembahasan dalam PA tersebut tentu saja kita harus mengisi pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam bahan PA. Dalam pengisian, kita haruslah mempelajari ayat-ayat referensi yang dicantumkan pada bahan dan mengerti ayat-ayat tersebut dengan baik. Tajamkan pengertian kita mengenai ayat-ayat tersebut dengan menggunakan alat bantu seperti tafsiran/commentary, melihat latar belakang dari kitab yang kita baca dan membaca konteks atau keseluruhan perikop atau bahkan keseluruhan pasal yang dicuplik.
Kadangkala point-point yang tercantum hanya merupakan informasi saja, sehingga saat pembahasan kita tidak perlu mengambil waktu banyak, cukup dibaca atau disebutkan saja. Contohnya adalah pada Buku 1 Pasal 2 tentang kemanusiaan Kristus, kita bisa menyingkat pertanyaan no 1 & 2 menjadi: sebutkan tanda-tanda/bukti bahwa Yesus seorang manusia.
LANGKAH 3: Tajamkan pembahasan PA dengan pertanyaan-pertanyaan
Berikutnya, setelah kita memahami garis besar dan point-point yang dijelaskan dalam PA, pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memperdalam.
- Apakah ini artinya?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan mengenai definisi. Dalam point-point pembahasan atau ayat-ayat referensi kita bisa pertajam dengan mencari definisi dari point-point atau ayat-ayat tersebut.
Contoh:
-
- 1Yoh 2:16 “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”
Dari ayat di atas kita bisa menanyakan tentang apakah itu keinginan daging, apakah itu keinginan mata dan apa itu keangkuhan hidup, serta apa beda dari antara ketiganya.
- Buku Pelajaran tentang Jaminan, kita bisa memulai dengan mempertanyakan tentang apa yang dimaksud dengan pencobaan, dan apakah perbedaan antara pencobaan dan godaan.
- Benarkah demikian?
Ini adalah pertanyaan validitas. Kita mempertanyakan kembali apakah memang benar demikian uraian dari bahan PA, atau ayat-ayat referensi. Seringkali jawaban dari pertanyaan ini membuat kita semakin mengerti dengan tajam apakah arti dari suatu ayat yang sebenarnya.
Kadangkala pertanyaan validitas ini sering digunakan justru dalam pembahasan/diskusi, tujuannya untuk merangsang para peserta PA untuk berpikir kritis dalam belajar dan memahami Firman Tuhan.
Pertanyaan validitas dapat dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Firman Tuhan, tetapi dapat pula menggunakan logika untuk membuktikan kebenaran Firman Tuhan tersebut.
Contoh:
- 1Tim 2:9 “Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,”
Dari ayat ini kita bisa mempertanyakan apakah benar bahwa wanita tidak boleh dikepang?
- Mengapa demikian?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan mengenai alasan/tujuan. Dengan menanyakan pertanyaan ini kita bisa mempertajam maksud dari penulis ayat atau maksud dari point-point yang terdapat pada bahan PA.
Contoh:
- Buku 1 Pasal 1, kita bisa menanyakan tentang mengapa kita perlu mengetahui bahwa Allah menciptakan diri kita? Perbedaan apa yang terjadi kalau kita mengetahui dengan kalau kita tidak mengetahui tentang fakta ini?
- Apa yang dapat disharingkan mengenai hal ini?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan sharing. Ada baiknya kita membatasi pertanyaan-pertanyaan sharing ini agar tidak memakan terlalu banyak waktu saat pembahasan.
Contoh:
- Buku 1 Pasal 1 pertanyaan 6, kita dapat menajamkan pertanyaan ini dengan pertanyaan, “Apakah kita berani mengatakan perkataan yang sama dengan Daud? Coba sharingkan kenapa kita berani/tidak berani”
- Apa yang dapat diaplikasikan mengenai hal ini?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan aplikasi. Akhir dari setiap pertemuan PA, setiap orang haruslah memiliki 1 aplikasi (dan batasi hanya 1 aplikasi saja) yang harus dilakukannya sebelum pertemuan berikutnya. Pertanyaan ini seringkali ditanyakan pada akhir pembahasan. Setiap orang harus mensharingkan apa yang menjadi aplikasi pribadinya, dan kemudian pada pertemuan berikutnya, sebelum memulai pembahasan, sebaiknya kita menanyakan kembali bagaimana sharing dari aplikasi yang telah dijalankan.
Dalam mempersiapkan bahan PA, seringkali kita menemukan beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan aplikasi pribadi dari para peserta, apabila diperlukan kita dapat membagi aplikasi tersebut untuk beberapa orang dan sisanya untuk aplikasi yang lain. Dengan demikian setiap orang tetap mempunyai hanya 1 saja aplikasi untuk diterapkan. Tujuannya adalah supaya peserta dapat mengingat aplikasinya dengan mudah.
Perlu diingat dalam membahas pertanyaan-pertanyaan di atas saat pembahasan dan diskusi, untuk pertanyaan no 1 – 3 cobalah untuk melemparkannya dulu dalam diskusi, sebelum akhirnya kita menjawab saat tidak ada lagi peserta yang menjawab pertanyaan tersebut. Pertajam lagi jawaban-jawaban tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan definisi, validasi dan alasan bila diperlukan. Biarkan diskusi berlangsung antar peserta sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut. Ini juga berlaku untuk pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari peserta. Lemparkan dulu pertanyaan tersebut ke forum, baru kemudian kita simpulkan dan kita jawab.
Sedangkan untuk pertanyaan sharing dan aplikasi (4 dan 5) justru kebalikannya, kitalah yang harus menjadi contoh untuk sharing dan aplikasi duluan, baru diikuti oleh peserta PA yang lain.
LANGKAH 4: Akhiri dengan aplikasi
Lukas 6:47-49 adalah ilustrasi Yesus tentang orang yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya adalah seperti rumah yang dibangun kokoh di atas dasar batu. Demikian juga dalam PA, tanpa aplikasi kita hanya mendidik orang-orang menjadi ahli farisi saja, yang belajar Firman Tuhan tapi hidupnya bobrok. Pertanyaan mengenai aplikasi adalah pertanyaan yang sangat krusial dan wajib dijawab oleh setiap orang dalam kelompok.
Tapi seringkali peserta yang hadir belum terlatih untuk menemukan aplikasi yang tepat dan spesifik untuk dilakukannya. Untuk itulah maka pemimpin kelompok PA perlu memberi masukan alternatif-alternatif aplikasi yang dapat dilakukan oleh peserta tersebut. Atau kadang-kadang peserta malas melakukan aplikasi yang mengubah kenyamanannya sehingga aplikasi yang dipilihnya adalah aplikasi yang terlalu ringan. Aplikasi ini mungkin unik untuk tiap orang, maka perlu kepekaan dari pemimpin untuk mengenali aplikasi apa yang dibutuhkan oleh peserta PA.
Perlu diingat bahwa alternatif aplikasi jangan buru-buru diberikan, karena salah satu tujuan PA adalah supaya peserta dapat belajar mencari aplikasi sendiri, maka lebih baik lagi apabila kita hanya menrangsang pemikiran aplikasi dari para peserta.
Aplikasi dapat juga berupa proyek kecil yang perlu dikerjakan oleh tiap peserta. Misalnya:
- Buku 1 Pasal 1 dapat diakhiri dengan proyek mencari 1 bukti melalui pengalaman dan ayat yang menunjukkan Allah memperhatikan saya secara pribadi.
- Buku 2 Pasal 4 mengenai persekutuan dapat diakhiri dengan proyek memperhatikan orang-orang di gereja yang kurang mendapatkan perhatian. Atau bisa juga dengan permainan “Angels” di mana tiap orang secara diam-diam memperhatikan dan melayani 1 orang lain dalam kelompok.