Tujuan Pelayanan Kaum Muda


Doni (semua nama yang ditulis di sini adalah fiktif) adalah seorang pemuda yang sungguh-sungguh di dalam Kristus. Begitu dia dipilih menjadi ketua pemuda, dia begitu bersemangat. Segala daya upaya dia lakukan untuk membangun komisi pemuda. Memimpin rapat, menentukan visi, misi dan target pelayanan. Setiap minggu ikut pelawatan kepada pemuda yang sudah lama tidak hadir persekutuan. Ide-idenya sungguh brilian untuk menghidupkan setiap pertemuan persekutuan pemuda. Tim pelayanan yang dimilikinya pun sangat komit dan kreatif. Mereka merancang kegiatan demi kegiatan dengan sempurna. Penyambutan melakukan tugasnya dengan baik, orang-orang menikmati datang persekutuan, tema-tema yang dirancang sangat menarik dan poster-poster selalu dirancang dengan eye catching.  Event demi event berlalu, jumlah pemuda terus meningkat hingga mencatat rekor jumlah pemuda yang hadir dalam sekali persekutuan pemuda. Doni merasa berhasil membangun pemuda selama masa kepemimpinannya.

Beberapa lama kemudian, keadaan berbalik. Jumlah kehadiran pemuda di persekutuan terus turun. Pemuda yang datang itu-itu saja: Pengurus dan teman-teman pengurus. Orang-orang kelihatannya mulai bosan dengan segala acara pemuda. Para pengurus pun kelihatan exhausted (kecapean). Sekali-kali memang Doni mampu membuat suatu acara yang begitu menarik sehinga pemuda yang datang kembali meroket, namun minggu berikutnya langsung melempem. Segala usaha doni kelihatan seperti menjaring angin dan membentur tembok. Doni mulai putus asa.

Apa yang salah dengan pelayanan Doni? Bukankah semuanya sudah dilakukan dengan baik?

Cerita di atas hanyalah rekaan semata, namun sebenarnya cukup nyata dalam dunia pelayanan pemuda dewasa ini. Banyak pemimpin pemuda kebingungan dalam memimpin komisi pemuda. “Bagaimana sih caranya meningkatkan jumlah pemuda?” begitu kata mereka. Tidak jarang bahwa kebingungan seperti ini juga disebabkan karena gereja kurang memberi arahan tentang untuk apa komisi pemuda dibentuk. Coba sejenak kita pikirkan sesaat, sebenarnya untuk apa sih persekutuan pemuda diadakan? apakah tujuan pelayanan kaum muda Anda?

1. Tujuan pelayanan pemuda bukanlah jumlah pemuda yang banyak. Dalam pelayanan para Rasul di Kisah para Rasul, jumlah tidaklah pernah menjadi suatu tujuan. Hanya Tuhanlah yang punya kuasa untuk menyelamatkan manusia, manusia tidak punya andil apa-apa dalam keselamatannya. Tuhanlah yang menambahkan jumlah, bukan manusia. Begitu kita menetapkan jumlah sebagai target pelayanan pemuda, maka kita memandang manusia sebagai objek atau sasaran masal “bisnis” persekutuan pemuda kita, bukan sebagai subjek yang perlu dijangkau dengan segala keunikannya. Seringkali usaha untuk mencapai target jumlah akan menghasilkan depresi atau kualitas yang buruk.

Jangan salah paham,  saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh menetapkan suatu target jumlah kehadiran tertentu pada suatu acara pemuda. Target kehadiran suatu event tentu saja diperlukan untuk memperkirakan kursi, makanan, dan jumlah aktivis yang diperlukan untuk melayani mereka. Namun hindari terjebak untuk menargetkan jumlah pemuda sebagai goal kita melayani di pemuda.

2. Tujuan pelayanan pemuda bukanlah entertainment pemuda. Yang ini pengurus pemuda yang sering terjebak di dalamnya. Karena ingin yang datang lebih banyak orang, kegiatan pemuda diubah menjadi entertainment. Entertainment seperti apa? misalnya pemuda dijadikan bioskop untuk nonton bareng, atau menyajikan musik dan praise and worship yang “enak” untuk diikuti, atau membuat acara-acara heboh lainnya seperti Valentine’s Day, Malam Gembira, dan sebagainya. Pokoknya apapun acaranya yang penting supaya kehadiran pemuda dapat dikarbit.

Hal ini biasanya dilakukan tanpa sengaja oleh para pengurus, dan kesalahan ini akarnya sama dengan tujuan yang salah nomor 1 di atas (jumlah pemuda yang banyak). Hal inilah yang terjadi pada cerita Doni di atas. Sampai tahun 80an, kegiatan persekutuan pemuda lebih banyak menyedot para pemuda karena pada masa itu TV masih baru ada TVRI, dan hiburan bioskop, cafe, mall dan sebagainya masih belum semeriah sekarang. Tapi saat ini, dengan sedikitnya 11 chanel nasional, puluhan chanel TV kabel, belum terhitung mall-mall yang menawarkan hiburan yang atraktif serta telah menjadi gaya hidup, tidaklah mungkin acara gereja mengalahkan itu semua. Seentertain apapun itu, walaupun semua pengurus sudah berusaha begitu keras, acara pemuda tidak mungkin lebih menarik dari pada hiburan dunia. karena kita memang dipanggil bukan untuk itu.

Pikirkanlah ini juga, katakanlah kita berhasil membuat suatu acara pemuda yang menyedot orang banyak. Di lain waktu bila kita membuat acara yang persis sama (tanpa peningkatan kemeriahan acara), dapatkah kita menyedot jumlah pengunjung yang sama? Artinya tingkat atraktivitas, kesan dan tingkat entertainmen makin lama harus makin tinggi untuk mempertahankan jumlah pengunjung yang sama, atau dengan secepat kilat para pemuda akan tersedot ke hiburan yang lain. Ini tentu bukanlah jawaban dari pergumulan Saudara untuk melayani pemuda. Komisi pemuda yang mengandalkan event demi event untuk meningkatkan jumlah pemuda akan membuat para pengurus cepat sekali exhausted. Dibutuhkan begitu banyak pengurus yang full timer untuk bisa menyelenggarakan kegiatan yang kreatif dan atraktif dan dengan kualitas yang tinggi setiap minggunya.

Ini juga jangan menjadi salah pengertian lagi, pemuda masih memerlukan event. Masih memerlukan aktivitas-aktivitas yang menarik untuk mengundang dan menjangkau pemuda. Namun jangan jadikan event-event itu sebagai kegiatan pemuda yang utama dan jangan jadikan sebagai tujuan yang utama.

3. Tujuan mengadakan persekutuan pemuda bukan sekedar membentuk komunitas kebersamaan pemuda tanpa motif yang jelas. Kebersamaan yang dibentuk tanpa motif yang jelas tidaklah bertahan lama. Persekutuan pemuda hanya akan menjadi tempat berkumpulnya pengurus + teman-teman pengurus. Dalam kebersamaan tersebut harus ada tujuan yang jelas, visi yang jelas. Sesuatu yang ingin dicapai bersama sebagai kerinduan bersama sebagai hasil dari share visi dari pemimpinnya.

4. Tujuan utama pelayanan pemuda haruslah PENJANGKAUAN dan KEDEWASAAN ROHANI pemuda. Sebenarnya setiap komisi bermasa dalam gereja mempunyai tujuan yang sama. Karena gereja pun Tuhan tetapkan untuk menjadi tempat di mana manusia dijangkau, bertobat dan kemudian bersekutu, mempelajari Firman Tuhan, saling melayani membangun tubuh guna mencapai kedewasaan rohani. “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Efesus 4:12-13)

Penjangkauan berarti usaha untuk menjangkau, bagaimana pun dan seberapapun hasilnya. Tuhan tidak akan menanyakan jumlah orang yang berhasil bertobat karena kita, karena itu semua merupakan perbuatan tangan-Nya. Tapi Tuhan akan meminta pertanggunjawaban kita akan seberapa usaha kita untuk menjangkau orang-orang yang belum percaya. Memang penjangkauan seharusnya berbuah jumlah pemuda yang meningkat. Namun ini berbeda dengan menargetkan jumlah. Penjangkauan pemuda adalah love and effort oriented sedangkan target jumlah adalah result oriented. Perbedaan kecil namun merubah cara Anda melakukan pelayanan.

Untuk kedewasaan rohani akan dibahas dalam 1 topik tersendiri di Blog ini.

About these ads
This entry was posted in Pedoman Pelayanan Pemuda. Bookmark the permalink.

2 Responses to Tujuan Pelayanan Kaum Muda

  1. Melky says:

    God answer prayer… :)

    terima kasih…,
    ini ulasan yang memberi pencerahan…

    khususnya sebagai young leader…
    saya akan mencoba menerapkan prinsip-prinsip ini…

    God Wisdom Always be fill in you…
    God Bless….

  2. chris says:

    Sip dah… Good..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s