<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wake uP!</title>
	<atom:link href="http://wartapemenang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wartapemenang.wordpress.com</link>
	<description>Warta Kepada Umat Pemenang!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jul 2009 08:18:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wartapemenang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0600ba2b60b72d7413571471cdc48ca0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wake uP!</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kedewasaan Rohani</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/07/20/kedewasaan-rohani/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/07/20/kedewasaan-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 08:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pedoman Pelayanan Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang telah mendefiniskan mengenai Kedewasaan Rohani. Ada yang menganalogikan seperti manusia dewasa, di mana orang dewasa berarti orang yang:

Mandiri. Mandiri berarti dapat mencari makan sendiri. Dianalogikan berarti orang dewasa rohani adalah orang yang bisa mencari makanan rohaninya sendiri.
Dapat memberi kepada orang lain. Anak kecil biasanya menerima terus dari orang tua atau orang lain yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=34&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak orang telah mendefiniskan mengenai Kedewasaan Rohani. Ada yang menganalogikan seperti manusia dewasa, di mana orang dewasa berarti orang yang:</p>
<ol>
<li>Mandiri. Mandiri berarti dapat mencari makan sendiri. Dianalogikan berarti orang dewasa rohani adalah orang yang bisa mencari makanan rohaninya sendiri.</li>
<li>Dapat memberi kepada orang lain. Anak kecil biasanya menerima terus dari orang tua atau orang lain yang lebih tua. Tapi apabila sudah dewasa si anak akan dapat memberi kepada orang lain.</li>
<li>Dapat membedakan yang benar dan yang salah.</li>
</ol>
<p>Ada juga yang mengatakan bahwa dewasa rohani dapat diukur dengan seberapa bergantungnya seseorang dengan Kristus. Pandangan-pandangan di atas tidak salah, penulis hanya ingin menambahkan dari sudut pandang Efesus 4:20-24. Ayat-ayat tersebut paralel dengan tujuan kedewasaan rohani yang tertulis di Efesus 4:13,</p>
<blockquote><p>&#8220;sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.&#8221;</p></blockquote>
<p><span id="more-34"></span>Efesus 4:20-24 berbunyi demikian:</p>
<blockquote><p>&#8220;Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Dari ayat-ayat ini kita dapat mengambil 4 aspek pertumbuhan rohani yang menjadi kunci kedewasaan rohani yaitu:</p>
<p><strong>1. Hubungan yang intim dengan Tuhan</strong></p>
<blockquote><p>&#8220;Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus&#8221; (Efesus 4:20).</p></blockquote>
<p>Pertumbuhan iman selalu dimulai dengan penjumpaan dengan Kristus. Dan hubungan yang telah dijalin harus terus dipupuk. Saat kita pertama berjumpa dengan seseorang, tentu kita belum dapat dikatakan mengenal dia. Kita baru sekedar berkenalan dengan menebutkan nama masing-masing. Kalaupun kita kembali bertemu dengan orang tersebut, kita masih baru sekedar saling menyapa. &#8220;Apa kabar?&#8221; merupakan kalimat favorit yang sering kita sadari juga sebagai pertanyaan basa-basi. Hubungan yang baik tentu tidak berhenti dengan basa-basi,  harus ada pertemuan-pertemuan lanjutan, percakapan-percakapan yang lebih mendalam yang membuat kita lebih mengenal dia.</p>
<p>Demikian juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Kita harus belajar mengenal Kristus, yang berarti harus ada usaha yang lebih untuk lebih mengenal Dia. Ke gereja tiap minggu saja tidak pernah cukup untuk mengenal Dia. Kristus haruslah kita kenal secara pribadi. Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin kita membutuhkan Kristus, semakin kita bergantung pada-Nya dan semakin kita bertumbuh secara rohani. Kita perlu bercakap-cakap dengan Dia setiap hari, kita perlu mempelajari Firman-Nya setiap hari dan kita juga perlu mengalami hidup bersama dengan Dia dalam keseharian hidup kita.</p>
<p>Gereja dan kelompok-kelompok pemuridan haruslah mengutamakan hubungan intim dengan Tuhan ini sebagai pilar dan dasar bagi kehidupan setiap anggotanya. Caranya adalah dengan mengajarkan mengenai bagaimana bersaat teduh yang baik.</p>
<p><strong>2. Pengetahuan yang Benar akan Firman Allah<br />
</strong></p>
<blockquote><p>&#8220;Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,&#8221; (Efesus 4:21).</p></blockquote>
<p>Aspek pengetahuan tak ayal lagi merupakan aspek yang vital untuk bertumbuh secara rohani. Seseorang yang kurang mengerti Firman Tuhan, tidaklah mungkin dapat mengenal Allah dengan baik, dan sebagai akibatnya tingkah laku dan keputusan-keputusannya, juga pemikiran-pemikirannya tidak akan atau sedikit dipengaruhi Firman Tuhan.</p>
<p>Namun ada yang penting yang harus digarisbawahi di sini yaitu: dikatakan bahwa kita &#8220;menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Kristus&#8221;. Pengajaran atau pengetahuan yang perlu kita peroleh adalah pengetahuan yang benar, bukan yang abal-abal atau salah. Dewasa ini banyak pengajar yang menjelaskan Firman Tuhan secara sembarangan. Bagian demi bagian Kitab Suci ditafsirkan menurut pengertian sendiri, dilepaskan dari konteksnya. Ini sangatlah berbahaya. Mengetahui sesuatu yang menyesatkan lebih berbahaya daripada tidak mengetahui sama sekali. Bagian-bagian dari Firman Allah harus kita mengerti menurut konteks kitabnya, dan juga menurut konteks pendengar pertama sebagai orang-orang pertama yang menjadi tujuan bagi penulis kitab/surat tersebut. Setiap orang Kristen perlu mengetahui setidaknya dasar Hermenetika (Ilmu tafsir Alkitab), sehingga waktu mempelajari Firman Allah, kita mendapatkan kebenaran yang dimaksudkan oleh Allah sendiri, bukan kebenaran yang menurut pemikiran kita sendiri.</p>
<p>Dalam hal ini, kelompok PA (pemahaman Alkitab) atau kelompok Pemuridan sangat besar andilnya dalam menciptakan masyarakat Kristen yang mengenal Allahnya dan mengenal Firman Tuhan dengan benar. Di mana perlu dijelaskan dalam kelompok kecil mengenai prinsip-prinsip penafsiran Alkitab (tentunya selain di dalam kelompok besar, misalnya kelas pembinaan atau kelas sekolah alkitab untuk awam)</p>
<p>Hubungan yang intim dengan Tuhan dan pengetahuan yang benar akan Firman Tuhan. Kedua aspek ini menjadi dasar bagi 2 aspek berikutnya yaitu: Pola Pikir Kristen dan Karakter Kristen. Hubungan yang intim dan pengetahuan yang benar akan Firman Allah akan mengubah pola pikir yang akhirnya akan mengubah karakter kita. Sebaliknya, tidaklah mungkin pola pikir kita akan berubah dan karakter kita berubah kalau kita tidak mempunyai hubungan yang intim dengan Kristus dan pengetahuan yang benar tentang Firman Allah.</p>
<p><strong>3. Pola Pikir Kristen</strong></p>
<p>Hal ketiga yang harus dibangun untuk mencapai kedewasaan rohani adalah pola pikir kita.</p>
<blockquote><p>&#8220;yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu&#8221; (Efesus 4:22-23)</p></blockquote>
<p>Kita meninggalkan manusia lama kita, dengan diperbaharui dalam roh dan pikiran kita. Diperbaharui dalam roh tentu saja murni merupakan pekerjaan dari Roh Kudus semata. Itu terjadi pada saat kita lahir baru. Namun pikiran kita harus terus diperbaharui. Demikian juga tertulis dalam kitab Roma:</p>
<blockquote><p>&#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.&#8221; (Roma 12:2)</p></blockquote>
<p>Apakah yang dimaksud dengan pola pikir Kristen? Pola Pikir Kristen adalah cara orang Kristen berpikir, berpendapat, dan memutuskan sesuatu yang dipengaruhi secara kuat oleh nilai-nilai kebenaran Alkitab. Pola pikir akan sangat terlihat apabila kita bercakap-cakap dengan seseorang mengenai suatu hal. Misalnya, pola pikir dunia akan melihat bahwa seseorang yang rumahnya terkena kebakaran adalah seseorang yang bernasib sial, tetapi pola pikir Kristen akan melihat Tuhan punya rencana di balik itu semua. Pola pikir dunia akan mencari gaji terbesar yang dapat diterima oleh seseorang, tapi pola pikir Kristen akan mencari pekerjaan terbaik yang dapat dilakukan untuk memuliakan Tuhan, terlepas dari berapa yang dapat dihasilkan. Pola pikir Kristen seringkali juga disebut dengan <em>Christian Worldview</em>.</p>
<p>Bagaimana kita bisa merubah pikiran kita atau akal budi kita? Dengan memberi makan pikiran kita dengan makanan rohani yang baik. Apa sih yang dikatakan sebagai makanan pikiran itu? Informasi atau pengetahuan. Segala yang kita lihat, segala yang kita baca, kita dengar, kita tonton, semua memberikan informasi dan pengetahuan kepada pikiran kita. Mereka adalah &#8220;makanan&#8221; dari pikiran kita.  Apabila yang dimakan sehari-hari adalah filsafat dunia, hedonisme, seksualitas, dan yang buruk-buruk, maka buruk pulalah akibatnya pikiran kita.</p>
<p>Kita perlu lebih banyak masukan Firman Allah, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Kita perlu merenungkannya siang dan malam. Apakah yang akan terjadi pada seseorang yang menonton TV sehari 3 jam namun hanya membaca dan merenungkan Alkitab 5 menit saja dalam sehari. Anda dapat membayangkannya sendiri, makanan macam apa yang lebih banyak dimakan setiap harinya, dan <em>output</em> apa yang akan dihasilkan dari <em>input</em> seperti ini.</p>
<p><strong>4. Karakter Kristen</strong></p>
<p>Sebagai akibat dari 3 aspek sebelumnya, seharusnya aspek keempat ini akan mengikuti.</p>
<blockquote><p>&#8220;dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.&#8221; (Efesus 4:24)</p></blockquote>
<p>Pengetahuan akan Firman Allah hanya menciptakan Farisi-farisi baru tanpa adanya perubahan karakter. Tuhan menuntut setiap anak-Nya berubah, dan bertumbuh dalam karakter menjadi manusia baru. Manusia baru yang dimaksud dijelaskan kemudian pada Surat Efesus di ayat-ayat berikutnya.</p>
<blockquote><p>&#8220;Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.</p>
<p>Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.</p>
<p>Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.</p>
<p>Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.</p>
<p>Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.</p>
<p>Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.</p>
<p>Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.&#8221;</p>
<p>(Efesus 4:25-32)</p></blockquote>
<p>Perubahan karakter seringkali tidaklah mudah. Mengubah karakter berarti mengubah respon alami dan tingkah laku atau kebiasaan yang sudah terbiasa kita lakukan. Untuk ini, diperlukan kelompok kecil yang bisa saling mendukung, saling mendorong dan menunjang perubahan karakter ini. Setiap orang dalam kelompok dapat saling bertanggung jawab yang akan sangat membantu perubahan karakter menuju karakter yang dewasa rohani.</p>
<p>Kadang kala untuk kasus-kasus tertentu dibutuhkan juga konseling pribadi. Kita sebagai orang Kristen semestinya tidak perlu takut untuk pergi konseling. Toh Roh Kudus juga disebut sebagai Penghibur (<em>parakletos), </em>kata yang dipakai pula untuk menunjukkan konseling. Tanpa kita sadari, Roh Kudus meng-konseling kita, namun kadang kala Tuhan juga menggunakan orang yang Tuhan beri karunia Roh untuk meng-konseling diri kita. Namun tanpa kita membuka diri kita, konseling yang terjadi tidak akan efektif.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=34&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/07/20/kedewasaan-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuan Pelayanan Kaum Muda</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/07/14/tujuan-pelayanan-kaum-muda/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/07/14/tujuan-pelayanan-kaum-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 16:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pedoman Pelayanan Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Doni (semua nama yang ditulis di sini adalah fiktif) adalah seorang pemuda yang sungguh-sungguh di dalam Kristus. Begitu dia dipilih menjadi ketua pemuda, dia begitu bersemangat. Segala daya upaya dia lakukan untuk membangun komisi pemuda. Memimpin rapat, menentukan visi, misi dan target pelayanan. Setiap minggu ikut pelawatan kepada pemuda yang sudah lama tidak hadir persekutuan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=32&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Doni (semua nama yang ditulis di sini adalah fiktif) adalah seorang pemuda yang sungguh-sungguh di dalam Kristus. Begitu dia dipilih menjadi ketua pemuda, dia begitu bersemangat. Segala daya upaya dia lakukan untuk membangun komisi pemuda. Memimpin rapat, menentukan visi, misi dan target pelayanan. Setiap minggu ikut pelawatan kepada pemuda yang sudah lama tidak hadir persekutuan. Ide-idenya sungguh brilian untuk menghidupkan setiap pertemuan persekutuan pemuda. Tim pelayanan yang dimilikinya pun sangat komit dan kreatif. Mereka merancang kegiatan demi kegiatan dengan sempurna. Penyambutan melakukan tugasnya dengan baik, orang-orang menikmati datang persekutuan, tema-tema yang dirancang sangat menarik dan poster-poster selalu dirancang dengan <em>eye catching</em>.  Event demi event berlalu, jumlah pemuda terus meningkat hingga mencatat rekor jumlah pemuda yang hadir dalam sekali persekutuan pemuda. Doni merasa berhasil membangun pemuda selama masa kepemimpinannya.</p>
<p>Beberapa lama kemudian, keadaan berbalik. Jumlah kehadiran pemuda di persekutuan terus turun. Pemuda yang datang itu-itu saja: Pengurus dan teman-teman pengurus. Orang-orang kelihatannya mulai bosan dengan segala acara pemuda. Para pengurus pun kelihatan exhausted (kecapean). Sekali-kali memang Doni mampu membuat suatu acara yang begitu menarik sehinga pemuda yang datang kembali meroket, namun minggu berikutnya langsung melempem. Segala usaha doni kelihatan seperti menjaring angin dan membentur tembok. Doni mulai putus asa.</p>
<p>Apa yang salah dengan pelayanan Doni? Bukankah semuanya sudah dilakukan dengan baik?</p>
<p><span id="more-32"></span>Cerita di atas hanyalah rekaan semata, namun sebenarnya cukup nyata dalam dunia pelayanan pemuda dewasa ini. Banyak pemimpin pemuda kebingungan dalam memimpin komisi pemuda. &#8220;Bagaimana sih caranya meningkatkan jumlah pemuda?&#8221; begitu kata mereka. Tidak jarang bahwa kebingungan seperti ini juga disebabkan karena gereja kurang memberi arahan tentang untuk apa komisi pemuda dibentuk. Coba sejenak kita pikirkan sesaat, sebenarnya untuk apa sih persekutuan pemuda diadakan? apakah tujuan pelayanan kaum muda Anda?</p>
<p>1. <strong>Tujuan pelayanan pemuda bukanlah jumlah pemuda yang banyak.</strong> Dalam pelayanan para Rasul di Kisah para Rasul, jumlah tidaklah pernah menjadi suatu tujuan. Hanya Tuhanlah yang punya kuasa untuk menyelamatkan manusia, manusia tidak punya andil apa-apa dalam keselamatannya. Tuhanlah yang menambahkan jumlah, bukan manusia. Begitu kita menetapkan jumlah sebagai target pelayanan pemuda, maka kita memandang manusia sebagai objek atau sasaran masal &#8220;bisnis&#8221; persekutuan pemuda kita, bukan sebagai subjek yang perlu dijangkau dengan segala keunikannya. Seringkali usaha untuk mencapai target jumlah akan menghasilkan depresi atau kualitas yang buruk.</p>
<p>Jangan salah paham,  saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh menetapkan suatu target jumlah kehadiran tertentu pada suatu acara pemuda. Target kehadiran suatu event tentu saja diperlukan untuk memperkirakan kursi, makanan, dan jumlah aktivis yang diperlukan untuk melayani mereka. Namun hindari terjebak untuk menargetkan jumlah pemuda sebagai goal kita melayani di pemuda.</p>
<p><strong>2. Tujuan pelayanan pemuda bukanlah entertainment pemuda.</strong> Yang ini pengurus pemuda yang sering terjebak di dalamnya. Karena ingin yang datang lebih banyak orang, kegiatan pemuda diubah menjadi entertainment. Entertainment seperti apa? misalnya pemuda dijadikan bioskop untuk nonton bareng, atau menyajikan musik dan praise and worship yang &#8220;enak&#8221; untuk diikuti, atau membuat acara-acara heboh lainnya seperti Valentine&#8217;s Day, Malam Gembira, dan sebagainya. Pokoknya apapun acaranya yang penting supaya kehadiran pemuda dapat dikarbit.</p>
<p>Hal ini biasanya dilakukan tanpa sengaja oleh para pengurus, dan kesalahan ini akarnya sama dengan tujuan yang salah nomor 1 di atas (jumlah pemuda yang banyak). Hal inilah yang terjadi pada cerita Doni di atas. Sampai tahun 80an, kegiatan persekutuan pemuda lebih banyak menyedot para pemuda karena pada masa itu TV masih baru ada TVRI, dan hiburan bioskop, cafe, mall dan sebagainya masih belum semeriah sekarang. Tapi saat ini, dengan sedikitnya 11 chanel nasional, puluhan chanel TV kabel, belum terhitung mall-mall yang menawarkan hiburan yang atraktif serta telah menjadi gaya hidup, tidaklah mungkin acara gereja mengalahkan itu semua. Seentertain apapun itu, walaupun semua pengurus sudah berusaha begitu keras, acara pemuda tidak mungkin lebih menarik dari pada hiburan dunia. karena kita memang dipanggil bukan untuk itu.</p>
<p>Pikirkanlah ini juga, katakanlah kita berhasil membuat suatu acara pemuda yang menyedot orang banyak. Di lain waktu bila kita membuat acara yang persis sama (tanpa peningkatan kemeriahan acara), dapatkah kita menyedot jumlah pengunjung yang sama? Artinya tingkat atraktivitas, kesan dan tingkat entertainmen makin lama harus makin tinggi untuk mempertahankan jumlah pengunjung yang sama, atau dengan secepat kilat para pemuda akan tersedot ke hiburan yang lain. Ini tentu bukanlah jawaban dari pergumulan Saudara untuk melayani pemuda. Komisi pemuda yang mengandalkan event demi event untuk meningkatkan jumlah pemuda akan membuat para pengurus cepat sekali exhausted. Dibutuhkan begitu banyak pengurus yang full timer untuk bisa menyelenggarakan kegiatan yang kreatif dan atraktif dan dengan kualitas yang tinggi setiap minggunya.</p>
<p>Ini juga jangan menjadi salah pengertian lagi, pemuda masih memerlukan event. Masih memerlukan aktivitas-aktivitas yang menarik untuk mengundang dan menjangkau pemuda. Namun jangan jadikan event-event itu sebagai kegiatan pemuda yang utama dan jangan jadikan sebagai tujuan yang utama.</p>
<p><strong>3. Tujuan mengadakan persekutuan pemuda bukan sekedar membentuk komunitas kebersamaan pemuda tanpa motif yang jelas. </strong>Kebersamaan yang dibentuk tanpa motif yang jelas tidaklah bertahan lama. Persekutuan pemuda hanya akan menjadi tempat berkumpulnya pengurus + teman-teman pengurus. Dalam kebersamaan tersebut harus ada tujuan yang jelas, visi yang jelas. Sesuatu yang ingin dicapai bersama sebagai kerinduan bersama sebagai hasil dari <em>share visi</em> dari pemimpinnya.</p>
<p><strong>4. Tujuan utama pelayanan pemuda haruslah PENJANGKAUAN dan KEDEWASAAN ROHANI pemuda. </strong>Sebenarnya setiap komisi bermasa dalam gereja mempunyai tujuan yang sama. Karena gereja pun Tuhan tetapkan untuk menjadi tempat di mana manusia dijangkau, bertobat dan kemudian bersekutu, mempelajari Firman Tuhan, saling melayani membangun tubuh guna mencapai kedewasaan rohani. &#8220;<em>untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus</em>&#8221; (Efesus 4:12-13)</p>
<p>Penjangkauan berarti usaha untuk menjangkau, bagaimana pun dan seberapapun hasilnya. Tuhan tidak akan menanyakan jumlah orang yang berhasil bertobat karena kita, karena itu semua merupakan perbuatan tangan-Nya. Tapi Tuhan akan meminta pertanggunjawaban kita akan seberapa usaha kita untuk menjangkau orang-orang yang belum percaya. Memang penjangkauan seharusnya berbuah jumlah pemuda yang meningkat. Namun ini berbeda dengan menargetkan jumlah. Penjangkauan pemuda adalah love and effort oriented sedangkan target jumlah adalah result oriented. Perbedaan kecil namun merubah cara Anda melakukan pelayanan.</p>
<p>Untuk kedewasaan rohani akan dibahas dalam 1 topik tersendiri di Blog ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=32&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/07/14/tujuan-pelayanan-kaum-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Jenis Kelamin dalam Kelompok Kecil</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/06/12/perbedaan-jenis-kelamin-dalam-kelompok-kecil/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/06/12/perbedaan-jenis-kelamin-dalam-kelompok-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 16:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu ketika saya memimpin workshop menjadi seorang pemimpin Kelompok Kecil di gereja saya, seorang bertanya, &#8220;Apakah berkelompok kecil harus sejenis kelamin, ataukah boleh campur?&#8221;
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menyampaikan terlebih dahulu beberapa pertimbangan berikut ini:
1.	Kelompok kecil yang tidak sejenis baik bagi kaum muda karena mendorong persahabatan yang sehat dengan lawan jenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=27&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa waktu yang lalu ketika saya memimpin workshop menjadi seorang pemimpin Kelompok Kecil di gereja saya, seorang bertanya, &#8220;Apakah berkelompok kecil harus sejenis kelamin, ataukah boleh campur?&#8221;</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menyampaikan terlebih dahulu beberapa pertimbangan berikut ini:</p>
<p><span id="more-27"></span>1.	Kelompok kecil yang tidak sejenis baik bagi kaum muda karena mendorong persahabatan yang sehat dengan lawan jenis yang seringkali dapat membawa kepada jenjang pacaran. Tentunya hal ini sangat positif mengingat banyak orang mencari pasangan hidup di tempat yang tidak tepat.</p>
<p>2.	Kelompok kecil berbeda jenis juga mempunyai nilai positif di mana perbedaan yang dimiliki antara pria dan wanita memberikan masukan-masukan yang lebih kaya dalam diskusi dan sharing kepada setiap anggota kelompok.</p>
<p>3.	Sebaliknya, kelompok kecil yang sejenis relatif lebih mudah membuka diri. Terutama bagi kaum pria. Seringkali pria tidak dapat membuka diri saat sekelompok dengan wanita. Pria memang tidak biasa mengungkapkan kelemahan dirinya di hadapan lawan jenisnya.</p>
<p>4.	Dalam pertumbuhan kelompok kecil yang sehat, akan terjadi banyak sharing dan curhat. Maka bagi kelompok yang tidak sejenis yang memiliki anggota yang telah memiliki kekasih (atau bahkan suami/istri) mempunyai resiko perselingkuhan emosi. Bahkan seringkali hubungan dengan sesama anggota kelompok lebih dekat dan lebih akrab dibanding dengan pasangannya, apabila sang pasangan tidak ikut dalam kelompok yang sama. Ini juga berpotensi menciptakan masalah antara kedua sejoli tersebut.</p>
<p>5.	Karena keakraban yang cukup intens antar anggota kelompok kecil yang tidak sejenis, kadang kala menimbulkan masalah juga bagi para single di kelompok tersebut. Kadang para jomblonya sulit mendapatkan pasangan di luar kelompok akibat ekslusifitas dari kelompok tersebut.</p>
<p>6.	Pernah dilaporkan adanya kejadian seorang pemimpin kelompok kecil yang pria menghamili anak bimbingannya yang wanita. Hal ini menimbulkan kekuatiran bagi kelompok-kelompok yang beda jenis.</p>
<p>Walaupun dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, bukan berarti kita tidak boleh memiliki kelompok yang berlainan jenis, melainkan ada rambu-rambu yang perlu dibuat agar kelompok kecil yang berlainan jenis tetap dapat berlangsung dengan efektif. Antara lain:</p>
<p>1.	Bagi anggota kelompok kecil berlainan jenis yang telah menjalin hubungan atau telah menikah, ada baiknya pasangannya termasuk dalam kelompok tersebut. Ini dapat menjaga agar perselingkuhan emosi tidak terjadi.</p>
<p>2.	Bagi sebagian orang, sekelompok dengan pasangannya tidak menyenangkan karena kadangkala pertengkaran dengan pasangan jadi terbawa ke kelompok, atau sebaliknya yaitu kondisi rumah tangga tidak pernah dapat dibagikan dalam kelompok. Hal ini dapat diatasi dengan memisahkan pria dengan wanita saat sharing pribadi. Dengan cara ini, masalah perselingkuhan emosi juga dapat diatasi. Demikian pula dengan masalah kesulitan untuk terbuka bagi kaum pria.</p>
<p>3.	Ekslusifitas dalam kelompok kecil memang diperlukan untuk membentuk rasa memiliki kelompok dan untuk menciptakan hubungan yang lebih mendalam antar anggota kelompok, namun hendaknya ekslusifitas tidak terjadi dalam seluruh bidang kehidupan anggota. Persahabatan perlu juga terjadi dengan orang-orang di luar kelompok kecil. Misalnya dengan teman kuliah atau dengan teman kerja yang lain.</p>
<p>4.	Kasus no 6 di atas adalah kasus khusus yang terjadi karena gereja mengijinkan seseorang menjadi pemimpin kelompok tanpa adanya kriteria-kriteria tertentu. Untuk menjamin hal serupa tidak terjadi, seorang pemimpin kelompok kecil (baik kelompok yang sejenis maupun beda jenis) haruslah dikenal oleh gembala/majelis gereja. Dia haruslah seorang yang dewasa rohani, berintegritas dan memiliki kepribadian yang baik.</p>
<p>Dengan menerapkan rambu-rambu tersebut, kita tidak perlu kuatir lagi untuk membentuk kelompok yang berlainan jenis kelamin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=27&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/06/12/perbedaan-jenis-kelamin-dalam-kelompok-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angel-angelan</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/01/28/angel-angelan/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/01/28/angel-angelan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 16:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah ide proyek saling memperhatikan untuk kelompok kecil. Angel-angelan maksudnya adalah bermain menjadi malaikat pelindung. Idenya adalah saling menjadi malaikat pelindung antar anggota kelompok untuk suatu masa tertentu, bisa waktu retreat, bisa juga dilakukan oleh kelompok PA/cell group. Tujuannya adalah memupuk sikap saling memperhatikan di antara anggota kelompok.

1. Tulislah nama setiap anggota masing-masing pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=21&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini adalah ide proyek saling memperhatikan untuk kelompok kecil. Angel-angelan maksudnya adalah bermain menjadi malaikat pelindung. Idenya adalah saling menjadi malaikat pelindung antar anggota kelompok untuk suatu masa tertentu, bisa waktu retreat, bisa juga dilakukan oleh kelompok PA/cell group. Tujuannya adalah memupuk sikap saling memperhatikan di antara anggota kelompok.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>1. Tulislah nama setiap anggota masing-masing pada secarik kertas. Setiap kertas hanya memuat 1 nama saja.</p>
<p>2. lipat/gulung kertas-kertas yang berisikan nama-nama tersebut.</p>
<p>3. Persilakan masing-masing anggota untuk mengambil secara acak gulungan/lipatan kertas tersebut.</p>
<p>4. Setiap orang akan menjadi &#8216;malaikat pelidung&#8217; dari nama orang yang tercantum pada secarik kertas yang diambilnya masing-masing. Tapi jangan biarkan orang yang Anda lindungi tahu bahwa Andalah malaikat pelindungnya.</p>
<p>5. Beri batas waktu permainan, misalnya 1 bulan (untuk kelompok kecil) atau selama retreat.</p>
<p>Maka permainan Angel-angelan ini bisa dimulai. Setiap orang harus memperhatikan dan melakukan kebaikan untuk orang yang dilindunginya. Pikirkanlah cara kreatif untuk melakukannya, misalnya: menyediakan sebuah bingkisan kecil berisi apa yang dibutuhkan orang tersebut. Atau bisa juga memperhatikan dengan SMS, telepon, atau mungkin membantu pekerjaannya (tentu tidak disarankan mengerjakan tugas kuliahnya) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah masa permainan berakhir, lakukan evaluasi sebagai berikut:</p>
<p>1. Setiap orang harus menebak siapakah yang menjadi &#8220;Angel&#8221;-nya</p>
<p>2. Ceritakan pengalaman menjadi malaikat pelindung. Ceritakan juga pengalaman dilayani oleh Angel.</p>
<p>3. Dapat juga kita adakan pemilihan Angel terbaik untuk mendapatkan bingkisan kecil.</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=21&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2009/01/28/angel-angelan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memulai Kelompok Pemuridan</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/08/03/memulai-kelompok-pemuridan/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/08/03/memulai-kelompok-pemuridan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 11:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak cara yang dapat kita pakai untuk memulai suatu kelompok pemuridan. Namun cara yang cukup baik untuk memulai hal ini adalah dengan 4 kali belajar bersaat teduh. Hal-hal yang dituliskan ini bukanlah menjadi suatu harga mati, namun dapat digunakan sebagai pedoman dalam memulai kelompok pemuridan.
Dalam 4 x saat teduh ini ada 3 tujuan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=16&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada banyak cara yang dapat kita pakai untuk memulai suatu kelompok pemuridan. Namun cara yang cukup baik untuk memulai hal ini adalah dengan 4 kali belajar bersaat teduh. Hal-hal yang dituliskan ini bukanlah menjadi suatu harga mati, namun dapat digunakan sebagai pedoman dalam memulai kelompok pemuridan.</p>
<p>Dalam 4 x saat teduh ini ada 3 tujuan yang ingin dicapai:</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<ol type="1">
<li>Mengajarkan anak-anak PA untuk      bersaat teduh.</li>
<li>Mencek keselamatan mereka.</li>
<li>Menginjili secara pribadi apabila      menemukan anak PA yang belum bertobat.</li>
</ol>
<h3>Minggu I: Pertemuan pendahuluan</h3>
<p>Tujuan pertemuan pendahuluan ini adalah saling berkenalan seorang dengan yang lain. Adakanlah acara perkenalan yang disertai dengan games ringan untuk pertemuan pendahuluan. Pertemuan pendahuluan ini dilakukan bersamaan dengan saat teduh pertama. Kita akan mulai workshop saat teduh ini dengan perikop yang mudah dimengerti dari Perjanjian Baru pada pertemuan 1, dan menambahkan kompleksitas sedikit demi sedikit sampai pertemuan ke 4.</p>
<p>Untuk pertemuan I pola saat teduhnya sederhana saja:</p>
<ul type="disc">
<li>Baca 1      perikop bersama-sama</li>
<li>Beri      waktu untuk merenungkan masing-masing</li>
<li>Bagikan      apa yang diperoleh masing-masing dari perikop tersebut</li>
</ul>
<h3>Minggu II: Saat Teduh II</h3>
<p>Lanjutkan Saat teduh dengan pola yang sama dengan minggu I. Hal yang baru dari pertemuan ke II ini adalah membuat <strong>Catatan Saat Teduh</strong>. Siapkan kertas A4 sejumlah anak PA + Pemimpin.</p>
<p>Mintalah anak-anak PA untuk membuat catatan saat teduhnya setiap hari dalam satu lembar A4. Lipatlah kertas tersebut menjadi 4 bagian. 4 Bagian depan dan 4 bagian halaman belakang, jadi total bagian ada 8 bagian yang dapat ditulis.</p>
<p>Saat pertemuan Saat teduh 2 tersebut, gunakan 1 bagian untuk menuliskan perikop saat teduh saat PA dan apa yang diperoleh dari perikop tersebut. Sisa 7 bagian akan digunakan untuk menulis saat teduh harian. Setiap hari 1 bagian, maka pada minggu ke3 kita akan mendapatkan 8 bagian yang diisi penuh (kalau tidak ada hari yang terlewat)</p>
<p><a href="http://wartapemenang.files.wordpress.com/2008/08/saat-teduh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-15" src="http://wartapemenang.files.wordpress.com/2008/08/saat-teduh.jpg?w=510&#038;h=321" alt="" width="510" height="321" /></a></p>
<p><!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt; SHAPE  \* MERGEFORMAT &lt;![endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;--></p>
<p>Catatan saat teduh ini akan diperiksa pada pertemuan berikutnya.</p>
<h3>Minggu III: Saat Teduh O.I.A</h3>
<p>Mulailah pertemuan III dengan saling memeriksa Catatan Saat Teduh satu sama lain. Kemudian minta masing-masing orang (termasuk pemimpin tentunya) untuk membagikan perikop yang paling berkesan beserta apa yang didapatnya.</p>
<p>Mulai pertemuan 3 ini, tingkatkan saat teduh dengan pola berikut ini:</p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><img src="/DOCUME%7E1/DENY%7E1.DSB/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="338" height="146" /></p>
<blockquote><p>Hari, tangal:</p>
<p>Perikop:</p>
<p>Yang saya baca:</p>
<p>Yang saya pelajari:</p>
<p>Aplikasi:</p></blockquote>
<p><strong>Yang saya baca</strong> atau <strong>Observasi</strong> adalah menangkap data yang ada pada perikop yang kita baca.</p>
<p><strong>Yang saya pelajari</strong> atau <strong>Interpretasi</strong> adalah hal-hal yang kita dapatkan sebagai hasil interpretasi atas perikop yang telah kita baca.</p>
<p><strong>Aplikasi</strong> adalah hal-hal praktis yang dapat saya lakukan setelah membaca perikop tersebut. Yang selalu harus diingat adalah bahwa aplikasi haruslah cukup praktis, dapat dilakukan (bukan hanya teori) dan mengandung detil waktu pelaksanaan dan siapa objeknya.</p>
<p>Contoh aplikasi yang buruk adalah: saya akan lebih mengasihi sesamaku.</p>
<p>Contoh aplikasi yang baik adalah: saya akan mencoba lebih mengasihi mama dengan mengajaknya ngobrol setiap malam.</p>
<p>Lanjutkan proyek menulis saat teduh yang dikerjakan minggu kedua.</p>
<h3>Minggu IV Kepastian Keselamatan</h3>
<p>Pada minggu ke empat lakukanlah segala sesuai persis pada minggu ke tiga. Setelah pertemuan ke IV pastikan semua anak-anak PA sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.</p>
<p>Siapkan Buku PA &#8220;Pelajaran Tentang Jaminan&#8221; sejumlah anak-anak PA untuk dikerjakan di rumah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wartapemenang.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wartapemenang.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=16&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/08/03/memulai-kelompok-pemuridan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wartapemenang.files.wordpress.com/2008/08/saat-teduh.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME%7E1/DENY%7E1.DSB/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ladies Night/Gentlements Night</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/08/03/ladies-nightgentlements-night/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/08/03/ladies-nightgentlements-night/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 10:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan ide kreatif yang saya ciptakan sendiri. Tapi saya dapat dari seorang teman di GKI Anugerah di Bandung, menurutnya dia pun mendapatkan ide acara ini dari temannya di gereja lain. Acara ini sangat berkesan bagi kami dan memberikan dampak yang cukup positif dalam persekutuan pemuda, sehingga kami mengulangnya setiap tahun selama beberapa tahun.
Idenya besarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=11&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini bukan ide kreatif yang saya ciptakan sendiri. Tapi saya dapat dari seorang teman di GKI Anugerah di Bandung, menurutnya dia pun mendapatkan ide acara ini dari temannya di gereja lain. Acara ini sangat berkesan bagi kami dan memberikan dampak yang cukup positif dalam persekutuan pemuda, sehingga kami mengulangnya setiap tahun selama beberapa tahun.</p>
<p>Idenya besarnya sih begini:</p>
<p>Kita membuat 2 acara khusus:</p>
<p>1. Ladies Night</p>
<p>2. Gentlemen&#8217;s Night</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p>Saat acara Ladies Night, semua pelayan mulai dari user, AV, music, MC, singer sampai pembicara semuanya pria. Wanita dilayani. Sedangkan saat Gentlemen&#8217;s Night, semua pelayan adalah wanita, pria dilayani.</p>
<p>Kalau hanya begini, tentunya akan terasa garink dan terlalu simple. Nah, supaya lebih menarik, setiap gender bisa berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan yang kreatif dan terbaik untuk lawan jenisnya.  Misalnya perluas pelayanan di persekutuan ini dengan menambahkan pelayanan dekorasi, penjemputan, konsumsi yang unik. Misalnya apabila gereja Anda cukup luas, dari gerbang para pria bisa menggunakan becak untuk mengantarkan ke pintu masuk gereja. Konsumsi dibuat sendiri (tidak beli) misalnya. Kemudian setiap group gender bisa menentukan dress code untuk para pelayan dan untuk lawan jenisnya.</p>
<p>Acara ini cocok untuk acara Valentine, di mana Firman Tuhan juga mengenai pria dan wanita.</p>
<p>Hal-hal positif yang bisa kita peroleh dari acara ini:</p>
<ol>
<li>Dengan memisahkan pelayanan pria dan wanita, maka orang-orang yang biasanya tidak terlibat pelayanan bisa dilibatkan. Biasanya mereka tertarik dengan mengeluarkan ide2 kreatif mereka untuk melayani lawan jenisnya.</li>
<li>Para wanita bisa melihat lawan jenisnya beraksi dalam pelayanan, demikian juga para pria.</li>
<li>Para pria belajar bersikap gentleman pada wanita, para wanita belajar melayani para pria.</li>
</ol>
<p>Berikut ini yang pernah kami lakukan pada Ladies Night:</p>
<ul>
<li>Para pria mengadakan Romantic Gala dinner untuk acara Ladies Night.</li>
<li>Semua pria menggunakan dasi. Para pria sepakat untuk membawa dasi-dasi cadangan mereka untuk dipinjamkan pada teman-teman yang tidak tahu ada acara itu. Dress code untuk pria adalah: waiter.</li>
<li>Acara ini kami buat di tempat parkir mobil (tertutup di dalam gereja), sehingga ada dekor mobil beneran dan dibantu oleh LCD proyektor.</li>
<li>Kami menyediakan meja-meja dengan lilin-lilin romantisnya.</li>
<li>Kebetulan teman kami kuliah di enhai sehingga makanan semua kami buat sendiri. Konsumsi juga tidak perlu mewah, karena terbatasnya budget, maka teman kami membuatkan pisang goreng ala hotel. Sederhana namun mengesankan.</li>
<li>Para pria yang memiliki motor standby di depan gerbang gereja untuk mengantarkan para wanita dari gerbang ke dalam gereja (kebetulan juga agak jauh).</li>
<li>Setelah puji-pujian dan Firman Tuhan, acara dilanjutkan dengan gala dinner, di mana seorang teman kami memberikan sinyal agar semua pria keluar dari tempat duduknya masing-masing (kami atur agar bisa duduk sepasang-sepasang) dan kemudian para pria mengambilkan makanan untuk para wanita yang menjadi pasangan kami malam itu.</li>
</ul>
<p>Yang para wanita lakukan pada Gentlemen&#8217;s Night:</p>
<ul>
<li>Para wanita juga mengadakan romantic dinner untuk para pria tetapi lebih private berdua-dua (bukan gala dinner)</li>
<li>Tema dekor yang digunakan: Back to nature</li>
<li>Dress code untuk wanita: gadis Bali</li>
<li>Konsumsi juga dibuat oleh para wanita.</li>
<li>Seperti pada Ladies Night, para wanitalah yang mengambilkan makanan untuk para pria yang menjadi pasangannya.</li>
<li>Penyambutan adalah para gadis Bali dengan pengalungan untaian bunga.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wartapemenang.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wartapemenang.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=11&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/08/03/ladies-nightgentlements-night/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mempersiapkan PA dengan Baik</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/07/03/bagaimana-mempersiapkan-pa-dengan-baik/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/07/03/bagaimana-mempersiapkan-pa-dengan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 06:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Suatu pertemuan kelompok pemuridan (kita sebut saja biar mudahnya kelompok PA) yang baik memerlukan persiapan yang baik. Ini berarti PA harus dipersiapkan dengan serius. Karenanya mempersiapkan bahan PA membutuhkan waktu yang cukup. Umumnya apabila kelompok PA tersebut adalah kelompok pertama bagi pemimpin, dia memerlukan setidaknya 1 &#8211; 2 jam persiapan PA.

Jangan dilupakan bahwa memimpin suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=9&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>Pendahuluan</h2>
<p>Suatu pertemuan kelompok pemuridan (kita sebut saja biar mudahnya kelompok PA) yang baik memerlukan persiapan yang baik. Ini berarti PA harus dipersiapkan dengan serius. Karenanya mempersiapkan bahan PA membutuhkan waktu yang cukup. Umumnya apabila kelompok PA tersebut adalah kelompok pertama bagi pemimpin, dia memerlukan setidaknya 1 &#8211; 2 jam persiapan PA.</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p>Jangan dilupakan bahwa memimpin suatu kelompok PA tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Kita lemah, dan belum sempurna dalam menjalankan Firman Tuhan. Bahkan bahan-bahan PA pun belum dapat kita kuasai sepenuhnya. Adalah suatu hal yang umum terjadi apabila muncul pertanyaan-pertanyaan dari peserta PA yang tidak dapat kita jawab. Selain itu, Roh Kuduslah yang mengubahkan hidup dan memberi pengertian mengenai Firman Tuhan kepada seseorang. Karena semua alasan itu, doa merupakan unsur yang sangat penting dalam mempersiapkan PA yang baik.</p>
<p>Supaya kita dapat mengarahkan pikiran kita dengan tepat dan efektif saat kita mempersiapkan PA, beberapa hal yang harus ada dalam pikiran kita yaitu: tujuan/goal dalam mempersiapkan bahan PA, dan tujuan/goal dalam setiap pertemuan PA.</p>
<h2>Tujuan/Goal dalam Mempersiapkan Bahan PA</h2>
<p>Tujuan yang ingin dicapai dalam mempersiapkan PA adalah sebagai berikut:</p>
<ol type="1">
<li>Kita      mengerti pembahasan mengenai topik yang disampaikan secara mendetail.</li>
<li>Kita dapat      memikirkan aplikasi-aplikasi yang baik untuk diri kita sendiri. Suatu      aplikasi yang baik adalah aplikasi yang:
<ol type="a">
<li><strong>Realistis</strong> (dapat dikerjakan)</li>
<li><strong>Detil</strong>, harus spesifik</li>
<li>Ada <strong>waktu </strong>pengerjaan aplikasi</li>
<li>Ada <strong>subjeknya</strong></li>
</ol>
</li>
<li>Mempersiapkan      kita memimpin suatu PA yang mencapai goal/tujuan dalam setiap pertemuan PA</li>
</ol>
<h2>Tujuan/Goal dalam Setiap Pertemuan PA</h2>
<ol type="1">
<li>Peserta      mengerti topik yang menjadi bahan PA dengan baik</li>
<li>Peserta mempunyai dasar Firman Tuhan yang kokoh tentang      topik tersebut</li>
<li>Peserta      belajar mengaplikasikan pelajaran yang diperolehnya dalam PA</li>
<li>Peserta      belajar sharing mengenai dirinya dan juga belajar mendengarkan sharing      dari orang lain</li>
</ol>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<h2>Bagaimana Mempersiapkan dan Membahas Bahan PA</h2>
<p><em> </em></p>
<p><em>SHARE: Apa cara2 yang telah kita gunakan selama ini untuk memperdalam bahan PA?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>LANGKAH 1: Tangkap tema utama dari bahan PA tersebut</strong></p>
<p>Langkah pertama ini dimulai dengan judul dari bab PA yang akan kita bahas. Pada bahan PA, umumnya setiap bab dimulai dengan judul dan kemudian sedikit pembahasan yang menuntun pada isi PA. Dari sini kita coba mengerti akan apa yang akan kita pelajari secara garis besar dari PA tersebut.</p>
<p><strong>LANGKAH 2: Pelajari point-point yang dijelaskan dalam bahan PA</strong></p>
<p>Ide besarnya adalah mengerti isi dari pembahasan PA berdasarkan point-point yang dijelaskan oleh bahan PA yang bersangkutan. Kemudian kita harus memberi penekanan pada point-point khusus yang:</p>
<ul type="disc">
<li>Penting</li>
<li>Menjelaskan tema</li>
<li>Merupakan aplikasi</li>
</ul>
<p>Saat kita mempelajari point-point pembahasan dalam PA tersebut tentu saja kita harus mengisi pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam bahan PA. Dalam pengisian, kita haruslah mempelajari ayat-ayat referensi yang dicantumkan pada bahan dan mengerti ayat-ayat tersebut dengan baik. Tajamkan pengertian kita mengenai ayat-ayat tersebut dengan menggunakan alat bantu seperti tafsiran/commentary, melihat latar belakang dari kitab yang kita baca dan membaca konteks atau keseluruhan perikop atau bahkan keseluruhan pasal yang dicuplik.</p>
<p>Kadangkala point-point yang tercantum hanya merupakan informasi saja, sehingga saat pembahasan kita tidak perlu mengambil waktu banyak, cukup dibaca atau disebutkan saja. Contohnya adalah pada Buku 1 Pasal 2 tentang kemanusiaan Kristus, kita bisa menyingkat pertanyaan no 1 &amp; 2 menjadi: sebutkan tanda-tanda/bukti bahwa Yesus seorang manusia.</p>
<p><strong>LANGKAH 3: Tajamkan pembahasan PA dengan pertanyaan-pertanyaan</strong></p>
<p>Berikutnya, setelah kita memahami garis besar dan point-point yang dijelaskan dalam PA, pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memperdalam.</p>
<ol type="1">
<li>Apakah ini artinya?</li>
</ol>
<p>Pertanyaan ini adalah pertanyaan mengenai <strong>definisi</strong>. Dalam point-point pembahasan atau ayat-ayat referensi kita bisa pertajam dengan mencari definisi dari point-point atau ayat-ayat tersebut.</p>
<p>Contoh:</p>
<ol type="1">
<li>
<ul type="disc">
<li>1Yoh 2:16        &#8220;Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan       keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,       melainkan dari dunia.&#8221;</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Dari ayat di atas kita bisa menanyakan tentang apakah itu keinginan daging, apakah itu keinginan mata dan apa itu keangkuhan hidup, serta apa beda dari antara ketiganya.</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Buku Pelajaran tentang Jaminan, kita bisa memulai dengan mempertanyakan tentang apa yang dimaksud dengan pencobaan, dan apakah perbedaan antara pencobaan dan godaan.</li>
</ul>
<ol type="1">
<li>Benarkah demikian?</li>
</ol>
<p>Ini adalah pertanyaan <strong>validitas</strong>. Kita mempertanyakan kembali apakah memang benar demikian uraian dari bahan PA, atau ayat-ayat referensi. Seringkali jawaban dari pertanyaan ini membuat kita semakin mengerti dengan tajam apakah arti dari suatu ayat yang sebenarnya.</p>
<p>Kadangkala pertanyaan validitas ini sering digunakan justru dalam pembahasan/diskusi, tujuannya untuk merangsang para peserta PA untuk berpikir kritis dalam belajar dan memahami Firman Tuhan.</p>
<p>Pertanyaan validitas dapat dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Firman Tuhan, tetapi dapat pula menggunakan logika untuk membuktikan kebenaran Firman Tuhan tersebut.</p>
<p>Contoh:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> 1Tim 2:9 &#8220;Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,&#8221;</li>
</ul>
<p>Dari ayat ini kita bisa mempertanyakan apakah benar bahwa wanita tidak boleh dikepang?</p>
<ol type="1">
<li>Mengapa demikian?</li>
</ol>
<p>Pertanyaan ini adalah pertanyaan mengenai <strong>alasan/tujuan</strong>. Dengan menanyakan pertanyaan ini kita bisa mempertajam maksud dari penulis ayat atau maksud dari point-point yang terdapat pada bahan PA.</p>
<p>Contoh:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Buku 1 Pasal 1, kita bisa menanyakan tentang mengapa kita perlu mengetahui bahwa Allah menciptakan diri kita? Perbedaan apa yang terjadi kalau kita mengetahui dengan kalau kita tidak mengetahui tentang fakta ini?</li>
</ul>
<ol type="1">
<li>Apa yang dapat      disharingkan mengenai hal ini?</li>
</ol>
<p>Pertanyaan ini adalah pertanyaan <strong>sharing</strong>. Ada baiknya kita membatasi pertanyaan-pertanyaan sharing ini agar tidak memakan terlalu banyak waktu saat pembahasan.</p>
<p>Contoh:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Buku 1 Pasal 1 pertanyaan 6, kita dapat menajamkan pertanyaan ini dengan pertanyaan, &#8220;Apakah kita berani mengatakan perkataan yang sama dengan Daud? Coba sharingkan kenapa kita berani/tidak berani&#8221;</li>
</ul>
<ol type="1">
<li>Apa yang      dapat diaplikasikan mengenai hal ini?</li>
</ol>
<p>Pertanyaan ini adalah pertanyaan <strong>aplikasi</strong>. Akhir dari setiap pertemuan PA, setiap orang haruslah memiliki 1 aplikasi (dan batasi hanya 1 aplikasi saja) yang harus dilakukannya sebelum pertemuan berikutnya. Pertanyaan ini seringkali ditanyakan pada akhir pembahasan. Setiap orang harus mensharingkan apa yang menjadi aplikasi pribadinya, dan kemudian pada pertemuan berikutnya, sebelum memulai pembahasan, sebaiknya kita menanyakan kembali bagaimana sharing dari aplikasi yang telah dijalankan.</p>
<p>Dalam mempersiapkan bahan PA, seringkali kita menemukan beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan aplikasi pribadi dari para peserta, apabila diperlukan kita dapat membagi aplikasi tersebut untuk beberapa orang dan sisanya untuk aplikasi yang lain. Dengan demikian setiap orang tetap mempunyai hanya 1 saja aplikasi untuk diterapkan. Tujuannya adalah supaya peserta dapat mengingat aplikasinya dengan mudah.</p>
<p>Perlu diingat dalam membahas pertanyaan-pertanyaan di atas saat pembahasan dan diskusi, untuk pertanyaan no 1 &#8211; 3 cobalah untuk melemparkannya dulu dalam diskusi, sebelum akhirnya kita menjawab saat tidak ada lagi peserta yang menjawab pertanyaan tersebut. Pertajam lagi jawaban-jawaban tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan definisi, validasi dan alasan bila diperlukan. Biarkan diskusi berlangsung antar peserta sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut. Ini juga berlaku untuk pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari peserta. Lemparkan dulu pertanyaan tersebut ke forum, baru kemudian kita simpulkan dan kita jawab.</p>
<p>Sedangkan untuk pertanyaan sharing dan aplikasi (4 dan 5) justru kebalikannya, kitalah yang harus menjadi contoh untuk sharing dan aplikasi duluan, baru diikuti oleh peserta PA yang lain.</p>
<p><strong>LANGKAH 4: Akhiri dengan aplikasi</strong></p>
<p>Lukas 6:47-49 adalah ilustrasi Yesus tentang orang yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya  adalah seperti rumah yang dibangun kokoh di atas dasar batu. Demikian juga dalam PA, tanpa aplikasi kita hanya mendidik orang-orang menjadi ahli farisi saja, yang belajar Firman Tuhan tapi hidupnya bobrok. Pertanyaan mengenai aplikasi adalah pertanyaan yang sangat krusial dan wajib dijawab oleh setiap orang dalam kelompok.</p>
<p>Tapi seringkali peserta yang hadir belum terlatih untuk menemukan aplikasi yang tepat dan spesifik untuk dilakukannya. Untuk itulah maka pemimpin kelompok PA perlu memberi masukan alternatif-alternatif aplikasi yang dapat dilakukan oleh peserta tersebut. Atau kadang-kadang peserta malas melakukan aplikasi yang mengubah kenyamanannya sehingga aplikasi yang dipilihnya adalah aplikasi yang terlalu ringan. Aplikasi ini mungkin unik untuk tiap orang, maka perlu kepekaan dari pemimpin untuk mengenali aplikasi apa yang dibutuhkan oleh peserta PA.</p>
<p>Perlu diingat bahwa alternatif aplikasi jangan buru-buru diberikan, karena salah satu tujuan PA adalah supaya peserta dapat belajar mencari aplikasi sendiri, maka lebih baik lagi apabila kita hanya menrangsang pemikiran aplikasi dari para peserta.</p>
<p>Aplikasi dapat juga berupa proyek kecil yang perlu dikerjakan oleh tiap peserta. Misalnya:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Buku 1 Pasal 1 dapat diakhiri dengan proyek mencari 1 bukti melalui pengalaman dan ayat yang menunjukkan Allah memperhatikan saya secara pribadi.</li>
<li> Buku 2 Pasal 4 mengenai persekutuan dapat diakhiri dengan proyek memperhatikan orang-orang di gereja yang kurang mendapatkan perhatian. Atau bisa juga dengan permainan &#8220;Angels&#8221; di mana tiap orang secara diam-diam memperhatikan dan melayani 1 orang lain dalam kelompok.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wartapemenang.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wartapemenang.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=9&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/07/03/bagaimana-mempersiapkan-pa-dengan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuridan yang Mengubah Hidup Kaum Muda</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/06/14/pemuridan-yang-mengubah-hidup-kaum-muda/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/06/14/pemuridan-yang-mengubah-hidup-kaum-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 07:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pernah nonton film Matrix? Film ini menceritakan tentang keadaan fiktif di masa depan di mana robot berkuasa di muka bumi ini, dan manusia diternakkan untuk dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik bagi robot-robot tersebut. Di film itu manusia diproduksi secara masal. Coba kita ingat-ingat bahwa ada suatu adegan yang menggambarkan peternakan bayi manusia itu, di mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=7&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pernah nonton film Matrix? Film ini menceritakan tentang keadaan fiktif di masa depan di mana robot berkuasa di muka bumi ini, dan manusia diternakkan untuk dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik bagi robot-robot tersebut. Di film itu manusia diproduksi secara masal. Coba kita ingat-ingat bahwa ada suatu adegan yang menggambarkan peternakan bayi manusia itu, di mana bayi-bayi di simpan di dalam tabung, diberi makan oleh robot, dan dipelihara secara masal sampai mereka dewasa. Mengerikan sekali bukan? Tak ada seorang pun yang bisa membayangkan bagaimana manusia yang berharga itu dijadikan sebagai ternak dan diproduksi secara masal.<span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sayangnya dalam kenyataan hidup, justru banyak gereja yang tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan peternakan rohani. Mereka mencoba memproduksi kedewasaan rohani secara masal. Seringkali jumlah menjadi target utama yang ingin dicapai setiap kali menjalankan suatu program. Seperti proses produksi masal pada pabrik sepatu misalnya, pencapaian kuota target produksi (baca: jemaat) bahkan terkadang menjadi satu-satunya parameter keberhasilan dari suatu acara atau program.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;">Maka tepat sekali perkataan LeRoy Eims, seorang Wakil Pelayanan Internasional untuk Para Navigator, “Murid-murid tidak dapat dihasilkan secara masal.” <span lang="NL">Dan juga “Pelayanan itu harus dijalankan oleh orang-orang dan bukan program.”<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;" lang="NL">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Perry G. Downs, seorang asisten profesor dalam bidang pendidikan Kristen di Trinity Evangelical Divinity School, Illinois pernah menulis, “Sasaran dari pelayanan kaum muda di dalam gereja adalah penjangkauan dan kedewasaan. Pemuridan mencakup keduanya.”<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;" lang="NL">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Pertanyaannya sekarang adalah, kalau memang pelayanan pemuridan dapat menjadi pelayanan yang menumbuhkan jemaat menjadi dewasa, pemuridan yang seperti apa yang bisa mengubahkan hidup seorang pemuda menjadi dewasa rohani? Di bawah ini penulis mencoba menjabarkan secara singkat 7 prinsip pemuridan yang mengubahkan hidup yang berasal dari berbagai sumber termasuk dari pengalaman penulis sendiri. Sekalipun prinsip-prinsip ini dapat diadopsi secara umum untuk pemuridan berbagai usia, namun secara khusus penulis memfokuskan pada pemuridan untuk kaum muda, karena pemuridan merupakan suatu fondasi dari pelayanan kaum muda yang sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>1.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Mulai dengan sedikit orang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Pemuridan yang baik bukanlah suatu program yang dapat dijalankan secara masal. Di sini ada yang disebut dengan faktor pemilihan. Kita harus memulai dengan sedikit orang yang berkomitmen dan memang mau dimuridkan. Seperti kata Paulus kepada Timotius, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” II Timotius 2:2. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Tips lain dari faktor pemilihan ini adalah, jangan memilih lebih banyak daripada yang sanggup kita tangani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>2.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Komitmen</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Pemuridan memerlukan komitmen dari pemimpin dan murid. </span>Komitmen bagi pemimpin berarti memprioritaskan jam pemuridan di atas kesibukan yang lain. <span lang="NL">Ini artinya mengorbankan waktu luang dan bahkan terkadang pelayanan lain. Waktu penulis dimuridkan, karena kesibukan kuliah, kami hanya bisa PA hari sabtu. Pemimpin kami waktu itu baru lulus dan sedang mencari pekerjaan. Dia berdoa meminta kepada Tuhan agar diberi pekerjaan yang libur pada hari Sabtu. Beberapa kali interview ternyata perusahaan tempat pemimpin kami melamar bekerja di hari Sabtu, karena itu sekalipun diterima, pemimpin kami menolak mengambil pekerjaan tersebut. Dia berkomitmen hari Sabtu adalah waktu untuk kami PA dan akhirnya Tuhan menjawab doanya dengan pekerjaan yang baik dari perusahaan yang lebih bonafide dan libur pada hari Sabtu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Komitmen juga berarti menuntaskan pemuridan sampai selesai. Dalam siklus pemuridan di kampus, kelompok pemuridan berlangsung selama kurang lebih 2 tahun. Pernah ada seorang pemimpin kelompok pemuridan di Bandung yang walaupun sudah pindah ke kota Jakarta, tetap pulang pergi setiap weekend ke Bandung untuk melanjutkan kelompok pemuridannya yang sudah berusia 1 tahun sampai selesai di tahun kedua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Komitmen pemimpin akan menjadi teladan yang dapat ditiru oleh para murid. Hal itu dapat menumbuhkan komitmen yang serupa di hati mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>3.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Waktu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Pemuridan memerlukan waktu. Ia perlu kesabaran dan kesetiaan seseorang dalam memelihara dan memupuk kerohanian para murid. Tidak ada kedewasaan rohani instant. Tidak mungkin seseorang bisa mencapai kedewasaan rohani hanya dalam waktu hitungan minggu atau bulan. Memang kalau kedewasaan rohani hanya diukur dari pengetahuan Alkitab saja tentu bisa saja dalam beberapa bulan seseorang menguasainya. Namun perubahan pola pikir dan karakter yang merupakan bagian dari kedewasaan rohani memerlukan waktu. Maka dari itu, untuk pelayanan pemuridan pemuda disarankan dilakukan tidak kurang dari 2 tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>4.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Disiplin Rohani </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Pemuda perlu dididik sejak awal mengenai disiplin rohani. “Latihan badani<span> </span>terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (I Timotius 4:8). Disiplin rohani akan menjadi bekal yang sangat berguna bagi para pemuda saat menghadapi berbagai tantangan dan masalah saat ini ataupun saat mereka dewasa kelak. Menghapal ayat, bersaat teduh setiap pagi, dan mengerjakan tugas-tugas pemuridan adalah contoh penerapan disiplin rohani yang baik bagi para murid. Tentunya penerapan disiplin rohani ini memerlukan suatu pertanggungan jawab. Saling memeriksa catatan saat teduh atau saling memeriksa ayat hapalan merupakan alat yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>5.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Pemahaman Alkitab yang Berbobot</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">II Timotius 3:16 berkata, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”<span> </span>Walaupun suatu kelompok pemuridan dapat berupa kelompok Care Group atau Cell Group pada mulanya, namun karena tujuan terakhir dari kelompok ini adalah suatu kedewasaan rohani, tidaklah mungkin kedewasaan rohani dicapai tanpa melalui pemahaman Alkitab yang benar dan kokoh. Kelompok kecil yang berfokus kepada sharing pribadi memang akan memberikan keakraban dan persekutuan yang indah dalam kelompok tersebut, namun tidak memberikan suatu tanggung jawab yang membawa kepada perubahan hidup dari orang-orang yang terlibat di dalam kelompok tersebut. Selain itu, tanpa pemahaman Firman Tuhan yang benar, maka segala pengalaman rohani kita akan mudah sekali ditafsirkan secara keliru. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Firman Tuhan memang merupakan fondasi yang kokoh dari pertumbuhan iman seseorang. Maka tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa fokus dari pemuridan tetaplah merupakan pemahaman Alkitab yang berkualitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>6.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Sharing Life</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Seorang yang baru bertumbuh dalam Kristus membutuhkan teladan yang baik dari orang-orang Kristen lain yang sudah dewasa. </span>Mereka membutuhkan contoh yang dapat mereka tiru dalam menghadapi suatu keputusan atau suatu masalah. Tapi hati-hati, pemimpin perlu bijaksana dalam memilih pergumulan hidup yang dapat dibagikan kepada murid-muridnya. Hindari membuka pergumulan pribadi yang sulit untuk dimengerti atau dapat membingungkan mereka. Tentu pada saatnya, sewaktu keakraban antar peserta dan pemimpin sudah terjalin dengan baik dan sesuai dengan pertumbuhan para peserta, pergumulan-pergumulan tersebut dapat diceritakan kepada mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;">Memfokuskan kelompok pada pemahaman Alkitab yang berbobot bukan berarti meniadakan sharing dalam aktifitas mingguan kelompok. Sharing life antar peserta dapat dilakukan dengan memegang teguh beberapa persyaratan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="NL">Apa yang disampaikan dalam pertemuan kelompok, tabu dibicarakan dengan orang lain di luar kelompok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.75in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="NL">Sharing mengenai masalah yang cukup pribadi sebaiknya baru dilakukan saat tingkat komitmen dan keakraban kelompok sudah cukup terjalin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 9pt 0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="NL"><span>7.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="NL">Bimbingan Pribadi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Adalah penting bagi pemimpin untuk menyadari bahwa setiap pribadi yang menjadi murid adalah unik dan memilik kebutuhan yang berbeda dengan teman-teman lainnya. Karena itu dalam pemuridan dikenal istilah <strong>bimbingan pribadi</strong>. Dalam bimbingan pribadi pemimpin bertemu secara pribadi demi pribadi dengan setiap muridnya. Bimbingan pribadi dapat berupa konseling, atau tanya jawab mengenai pertanyaan-pertanyaan yang terlalu panjang dan membosankan untuk dijawab di pertemuan kelompok misalnya. Bisa juga waktu bimbingan pribadi digunakan untuk meningkatkan disiplin secara khusus bagi beberapa orang tertentu. Intinya bimbingan pribadi ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan khusus dari para murid. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Dr Neil T. Andreson pernah mengatakan bahwa pelayanan konseling dan pemuridan merupakan pelayanan yang terkadang sulit dipisahkan.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;" lang="NL">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Maka perlulah setiap pemimpin kelompok pemuridan diperlengkapi dengan pengetahuan dan ketrampilan konseling Kristen yang baik. Pemimpin perlu terlibat dengan kehidupan para murid, dia harus peka dan siap sedia mengulurkan tangan dalam membantu permasalahan yang dihadapi oleh muridnya. Terlebih lagi para pemuda yang dalam posisi kritis menentukan masa depannya, banyak sekali masalah yang perlu dibantu oleh orang yang lebih dewasa dari dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="NL">Akhir kata, setelah 10 tahun terlibat dalam pelayanan pemuridan, penulis telah melihat orang-orang yang mengalami perubahan dalam hidup mereka. Pemuda yang minder menjadi seorang pemimpin yang baik. Ada <em>troublemaker</em> yang berubah menjadi seorang yang antusias belajar Firman Tuhan. Seorang adik terkesan dengan perubahan tingkah laku kakaknya setelah ikut pemuridan. </span>Seorang tidak bisa mengerti Firman Tuhan menjadi seorang yang memahami Firman Tuhan. Ada yang hidup dengan <em>cuek</em> mulai membenahi diri. Semuanya karena ada orang yang bersedia berkomitmen memberi waktu, tenaga dan hidupnya untuk hidup murid-muridnya.</p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> LeRoy Eims, <strong>Pemuridan Seni yang Hilang</strong>, Lembaga Literatur Baptis, hlm 46</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <strong>Pedoman Lengkap untuk Pelayanan Kaum Muda</strong> Jilid I, Kalam Hidup, hlm 55</p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Neil T. Andreson, <strong>Siapa Anda Sesungguhnya</strong>, Lembaga Literatur Baptis</p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wartapemenang.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wartapemenang.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=7&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/06/14/pemuridan-yang-mengubah-hidup-kaum-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Konseling dalam Pelayanan Kaum Muda</title>
		<link>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/06/14/pentingnya-konseling-dalam-pelayanan-kaum-muda/</link>
		<comments>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/06/14/pentingnya-konseling-dalam-pelayanan-kaum-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 06:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaobin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pedoman Pelayanan Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartapemenang.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah kaum muda? Apakah mereka begitu penting? Apa yang mereka hadapi? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin merupakan pertanyaan sederhana dari kehidupan sehari-hari. Tidak ada yang spesial dalam hal ini mungkin, karena tidak semua orang tertarik untuk memperhatikan mereka secara khusus. Secara umum, kaum muda adalah orang-orang yang baru keluar dari masa remaja kepada masa dewasa, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=5&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siapakah kaum muda? Apakah mereka begitu penting? Apa yang mereka hadapi? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin merupakan pertanyaan sederhana dari kehidupan sehari-hari. Tidak ada yang spesial dalam hal ini mungkin, karena tidak semua orang tertarik untuk memperhatikan mereka secara khusus. Secara umum, kaum muda adalah orang-orang yang baru keluar dari masa remaja kepada masa dewasa, dengan umur sekitar 17-30 an, kira-kira merupakan anak-anak yang baru saja lulus SMU. Lalu, apa yang menarik dari mereka? Toh semua orang pun pernah mengalami masa-masa tersebut. Memang pergumulan pemuda secara umum saat ini masih sama seperti generasi sebelumnya, yaitu:<span id="more-5"></span></p>
<ol type="1">
<li><strong>Identitas<em>:</em></strong> Siapa aku, dan apa tempatku dalam masyarakat?</li>
<li><strong>Pasangan hidup:</strong> Apakah aku akan mendapatkan seseorang yang      mengasihi aku?</li>
<li><strong>Decisive      Years:</strong> Tahun-tahun penentuan arah hidup pemuda menuju stagnasi      atau <em>generous</em></li>
</ol>
<p>Namun ada beberapa hal yang telah berubah dari masa sebelumnya, yaitu kehadiran budaya kota dan teknologi modern yang ternyata mudah sekali diserap oleh kaum muda masa kini.</p>
<p>Ciri-ciri budaya kota:</p>
<p>1.      Tergesa-gesa dan serba instant</p>
<p>2.      Individualis</p>
<p>3.      Mobilitas tinggi</p>
<p>Budaya kota ini telah mengakibatkan serangkaian pengaruh buruk bagi pemuda, yaitu:</p>
<p>-          Para pemuda harus mengambil berbagai keputusan secara bertubi-tubi, setiap hari, setiap waktu dalam hidup mereka dihadapkan oleh pilihan</p>
<p>-          Kurang dekat dengan orang lain, relasi telah menjadi persamaan tujuan dan kepentingan</p>
<p>-          Tidak terdorong dan tidak cukup waktu merenungkan makna hidup dan keberadaannya</p>
<p>-          Mau menghasilkan segala sesuatu dengan instant, dan kurang mau berjuang untuk menguasai sesuatu yang bernilai tinggi, lebih menyukai mengerjakan yang mudah untuk mencapai hasil yang praktis.</p>
<p>Kemudian juga dengan munculnya era informasi menggantikan era teknologi yang menginvasi para pemuda dengan  Televisi, Internet, MTV, dan lain sebagainya ternyata telah mengakibatkan perubahan yang sangat besar bagi kaum muda dewasa ini. Belum pernah dalam sejarah dunia ini, kaum muda diperhadapkan dengan 1001 kesempatan untuk dapat memilih satu dari 1001 identitas yang diinginkannya. Begitu banyak pilihan. Untuk pertama kalinya juga kaum muda dapat memilih dan menikahi pasangan hidup mereka sendiri tanpa pernah bertemu secara muka dengan muka, alias hanya bertemu secara maya saja di internet. Dan belum pernah pula dalam sejarah kaum muda memiliki tingkat kesulitan yang demikian sulit untuk bisa bertahan hidup dalam persaingan merebut tempat dalam komunitas.  Kaum muda saat ini bukan saja dihadapkan dengan keputusan yang bertubi-tubi, namun juga teramat kompleks dan membingungkan karena saat mereka membutuhkan jawaban, yang diperoleh adalah teguran, amarah atau kesepian karena budaya kota yang individualis juga menyerang keluarga. Akhirnya mereka berpaling pada teman-teman mereka, pada pola pergaulan yang negatif, dan saat orang tua mereka sadar, seringkali sudah terlambat. Karena anak-anak mereka telah menjadi korban budaya jaman ini.</p>
<p>Maka akhirnya munculah suatu prinsip penting dalam pelayanan kaum muda yaitu:</p>
<p align="center"><strong>No Relationship = No Ministry</strong></p>
<p align="center"><em>(Tanpa hubungan, tidak mungkin ada pelayanan kaum muda)</em></p>
<p>Kemudian munculah pertanyaan selanjutnya, &#8220;OK, hubungan itu penting, namun apakah harus dengan konseling? Bukankah banyak anak muda yang berhasil dalam hidupnya tanpa konseling? Dapatkah kaum muda ditolong dengan menggunakan Injil saja, atau dengan Firman Allah saja? Bukankah Kristus telah menyelamatkan kita, menebus kita secara penuh, dan menjadikan hidup kita sama sekali baru?&#8221; Tentu saja penebusan Kristus tidak lagi perlu ditambahkan apapun agar kita menerima karunia keselamatan. Dan tentu saja Firman Allah yang hidup adalah cukup untuk menjawab segala permasalahan hidup manusia. Pertanyaan yang sesungguhnya adalah <em>How?</em> Bagaimana Firman Tuhan dapat menjadi pengubah hidup kaum muda?</p>
<p>Dalam bukunya, &#8220;Siapa Anda Sesungguhnya&#8221;, Dr. Neil T. Anderson mengatakan bahwa pemuridan atau Pemahaman Alkitab (PA) akan gagal tanpa memahami terlebih dahulu keadaan orang yang dimuridkan dan tanpa menerima terlebih dahulu apa adanya dirinya. Beliau juga mengatakan bahwa pertumbuhan rohani tidaklah hanya sekedar membimbing mereka dalam kelompok PA. Mereka juga memerlukan konseling. Demikian juga menurut David E. Carlson. yang mengatakan bahwa ada saatnya di mana upaya Penginjilan dan pengajaran Firman menjadi terbatas dan tidak efektif. Kaum muda tidak tertarik dan tidak ingin diajar. Dalam situasi seperti inilah pelayanan konseling menjadi sangat berguna untuk menolong mereka.</p>
<p>Prinsip utama Konseling Kristen mendefinisikan bahwa semua permasalah hidup manusia timbul karena dosa dan karena itu, satu-satunya penyelesaian masalah yang efektif dan permanen adalah dengan kelahiran kembali dan setelah itu hidup berjalan bersama Allah setiap waktu. Artinya Konseling Kristen mengandalkan Firman Allah untuk menjawab permasalahan hidup manusia, dengan ilmu psikologi sebagai &#8220;tambahan&#8221; yang dimanfaatkan untuk melengkapi pengetahuan konselor-konselor Kristen dalam mendalami masalah di balik tingkah laku manusia yang kompleks ini. Di sinilah Firman Tuhan memang digunakan dengan cara konseling untuk menolong kaum muda.</p>
<p>Melihat hal ini, sudah selayaknyalah gereja menempatkan konseling sebagai salah satu pelayanan yang tidak bisa tidak ada dalam pelayanan kaum muda. Namun saat ini, fakta di lapangan memang menunjukkan bahwa konseling di gereja rata-rata berada di pundak para hamba Tuhan penuh waktu. Selain tugas mereka yang cukup disibukkan dengan berbagai aktivitas gereja, berkhotbah, mengatur organisasi gereja, mereka juga harus menyediakan waktu mereka untuk menerima konseling jemaat, yang bukan hanya terdiri dari anak muda saja, melainkan juga sampai ke kaum usia senja.</p>
<p>Di samping kesibukan para hamba Tuhan, masalah lain yang terjadi pada kaum muda adalah keengganan mereka untuk berbicara dengan hamba Tuhan. Hamba Tuhan sering digambarkan sebagai orang suci yang memegang &#8220;tongkat kerajaan Allah&#8221; yang akan menghajar mereka apabila mereka melakukan kesalahan. Atau sebagai orang luar biasa yang jauh sekali di atas mereka, tidak tersentuh dan tak terhampiri. Akhirnya mereka tetap mencari jawaban dalam kebingungan sesama kaum muda lainnya atau mencari pada sumber-sumber yang tidak dapat dipercayai kebenarannya, misalnya akhirnya jatuh pada ajaran yang menyimpang.</p>
<p>Namun keadaan ini tidak perlu terus berlaku seperti ini. Kaum awam dapat diperlengkapi untuk bisa melakukan tugas konseling dan masuk ke pelayanan kaum muda tanpa harus dicap suci/agung/jauh dan lain-lain. Asalkan kaum awam diperlengkapi secara benar dalam teologi maupun psikologi dan konseling Kristen, mereka dapat menjadi kekuatan yang dashyat yang membantu para hamba Tuhan menolong kaum muda.</p>
<p>Akhirnya, setelah kita mengamati kondisi kaum muda dewasa ini, melihat mengapa konseling merupakan hal yang penting dalam pelayanan kaum muda, dan mengamati kebutuhan akan konselor awam yang diperlengkapi dengan baik, muncullah pertanyaan yang paling akhir sebagai konklusi dari permasalahan di atas, yaitu: Bagaimana memperlengkapi kaum awam dengan benar secara teologi, psikologi dan konseling Kristen, agar mampu melayani khususnya kepada kaum muda sehingga masa depan gereja yang berada di tangan para pemuda dapat menjadi suatu masa depan yang penuh pengharapan akan kondisi gereja dan masyarakat yang membaik dari masa sekarang ini? Dan sesudah diperlengkapi, bagaimana kaum awam tersebut dapat dipergunakan oleh gereja untuk benar-benar terjun dalam pelayanan kaum muda, masuk dan menolong kaum muda? Jawaban dari pertanyaan pertama tentu terletak pada institusi pendidikan konseling dan para hamba Tuhan yang menguasai ilmu konseling Kristen. Sedangkan jawaban terhadap pertanyaan kedua terletak di tangan para pemimpin gereja yang mampu membuat pelayanan konseling oleh orang awam di gereja menjadi sesuatu yang dimungkinkan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wartapemenang.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wartapemenang.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartapemenang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartapemenang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartapemenang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartapemenang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartapemenang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartapemenang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartapemenang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartapemenang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartapemenang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartapemenang.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartapemenang.wordpress.com&blog=3642486&post=5&subd=wartapemenang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartapemenang.wordpress.com/2008/06/14/pentingnya-konseling-dalam-pelayanan-kaum-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d4b653f78863ccb20c41fe51bbd07f8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shaobin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>